Ruang yang Tak Dijangkau Senja

Jumat, 24 Juli 2026

Ruang yang Tak Dijangkau Senja




“Mā aḍyaqal-'aysya law lā fusḥatul-amal.”
Alangkah sempitnya hidup ini kalau tidak karena luasnya cita-cita.

Di saat jalan terasa menyempit,
dan langkah tertahan oleh lelah yang tak bersuara,
harapan datang membuka jendela langit,
mengajarkan bahwa esok selalu memiliki cahaya.

Bukan panjang umur yang paling mulia,
melainkan umur yang dipenuhi jejak manfaat.
Bukan banyaknya hari yang dikenang,
melainkan banyaknya hati yang disentuh dengan kebaikan.

Betapa indah memiliki saudara
yang tak bosan mengingatkan kepada kebenaran,
yang menggenggam tangan ketika iman melemah,
dan berbisik lembut,
"Bersabarlah, Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya."

Silaturahmi semacam itu
adalah taman yang menumbuhkan keberkahan.
Ia memperpanjang usia—
bukan sekadar hitungan tahun,
tetapi usia yang terus hidup
dalam doa, dalam ilmu, dalam amal,
dan dalam kenangan baik yang tak lekang oleh waktu.

Maka jangan biarkan harapan mengecil,
dan jangan biarkan tali persaudaraan terputus.
Sebab selama masih ada cita-cita yang diridai-Nya,
selama masih ada saudara yang saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran,
hidup akan selalu memiliki ruang untuk bertumbuh,
dan nama kita akan tetap hidup
di dalam kebermanfaatan.

0 comments :

Posting Komentar