Islam

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2016

Manga "Hana and Her Love" Manga Bertajuk Kisah Cinta Seorang Gadis pada Seorang Muslim


Bismillahirrahmanirrahim,

Yup, pada kali ini saya akan membagikan sedikit karya yang telah susah payah dibuat oleh dua orang muslim...

Manga ini dibuat oleh dua orang mangaka Hamed Nouri dan Harihtaroon, yang mana manga ini dipublis di situs  Muslim Manga.

Manga ini bertajuk tentang kisah cinta seorang gadis jepang yang bernama Hana (花), seorang gadis sekolah yang jatuh cinta terhadap seorang pemuda yang ia temui. Untuk kelanjutannya bisa kita nikmati bersama hasil karya dakwah melalui media manga ini...

Pokoknya mantap lah perancangan ceritanya, maka dari itu mari kita support media yang seperti ini guna memberikan alternatif dakwah di masa dewasa ini.

untuk manga lebih lengkapnya bisa kalian lihat di sumbernya, check it up!



































Rabu, 07 September 2016

Bagaimana Seharusnya Muslim/Muslimah Menyikapi - Fan-boy/girl?


Bismillahirrahmanirrahim.
Semoga Artikel Singkat ini bermanfaat untuk anda.

Berdasarkan dari kehidupan kita sehari-hari dalam dunia nyata maupun media sosial, kita dapat temukan sekelompok orang yang sangat menyukai band, penyanyi, artist bahkan tokoh karakter dari sebuah kartun maupun anime memberikan kesan yang sangat mendalam dan mendukung untuk pujaan hati mereka. Mereka biasa menyebut diri mereka sebagai Fan-Boy/Girl.


Tentunya dalam pembahasan ini kami akan memulai dengan arti kata Fan-Boy/Girl.

"Fan" dari kata fanboy/fangirl merupakan singkatan dari kata fanatics (Inggris) yang artinya merupakan sikap memposisikan diri pada sebuah golongan, membelanya secara membabi-buta tanpa memperhatikan nilai-nilai kebenaran yang ada, dan mengajak orang lain agar bergabung bersamanya.

Sedangkan kata boy (sudah jelas tentunya dalam bahasa inggris) adalah julukan untuk seorang fanatik laki-laki dan girl untuk perempuan.

dalam halnya, fanatik adalah orangnya, sedangkan fanatisme adalah pemahamannya.

Perlu diketahui dalam paham fanatisme, saya sedikit mengutip dari sebuah artikel yang membahas tentang fanatisme golongan, karena fanatik terhadap pujaan ini pun memiliki area (golongan) mereka sendiri. sebagai berikut penjelasan tentang fanatik/fanatisme.

Di antara sebab menonjol terjadinya perpecahan dan saling berbangga diri dalam kehidupan bermasyarakat adalah fanatisme golongan. Yaitu sikap fanatik terhadap suatu golongan dengan mengajak orang lain agar membela golongannya dan bergabung bersamanya dalam rangka memusuhi lawannya baik dalam kondisi terzalimi atau menzalimi. (Lihat Lisanul ‘Arab)

Dalam bahasa Arab, fanatisme golongan disebut dengan العَصَبِيَّةُ (‘ashabiyah) dan التَّعَصُّبُ (ta’ashshub).

Fanatisme ini pun tidak hanya dalam tren/budaya, bahkan fanatisme juga terjadi dalam madzhahib dalam Islam. (keterangan lebih lanjut bisa dibaca pada sumber yang kami cantumkan di akhir)

Sekilas tentang prilaku dari fanboy dan fangirl di media sosial:

fanboy:
fanboy ini bahasanya terlalu berat, maaf sengaja tidak kami jelaskan.

fangirl:
"agillaaa... oppa! saranghaeeee!!"
"udah liat MV yang baru?"
"bias gw ganteng banget! dia kemaren ada di variety show looh!"

Teriakan seperti itu mungkin akhir-akhir ini sering kita dengar. itulah komen para fangirl jika melihat idola mereka atau betapa hebohnya mereka saat menonton/mendengar/ tau mengenai idola mereka. bukan hal yang aneh jika seorang fangirl akan berteriak-teriak labil meneriakkan nama idolanya.

bahkan dalam pembagian mereka, fangirl masihlah dibagi dalam beberapa kategori lagi. bahkan lebih parahnya beberapa kategori menyimpang dari ajaran Islam dengan tidak memperdulikan ajaran dan sunnah-sunnah dalam Islam.

Nah, sekarang bagaimana solusinya bagi kita, seorang muslim/muslimah dalam menyikapi artis, tokoh anime, band korea dan lain sebagainya?

Maaf sebelumnya, karena kami tidak menyantumkan penjelasan mengenai fanatik terlalu dalam, sebab kami akan membahas tentang sikap yang harus dilakukan sebagai seorang muslim/muslimah yang kebetulan menyukai anime, boyband, maupun yang lain sebagainya.

kita sebagai ummat Islam, kita memiliki sebuah filter dalam kehidupan kita, kita boleh saja suka dengan artis-artis korea, lagu dari seorang penyanyi solo maupun band, animasi Jepang (anime) maupun animasi-animasi yang lainnya. Akan tetapi, kita haruslah memperhatikan filter (hukum syari'ah, sunnah dan lain sebagainya) yang terdapat dalam Islam.

tentunya kita dalam menyukai hal tersebut, bahkan dalam menyukai suatu hal tertentu selain Allah mempunyai batasannya masing-masing. kita boleh saja menyukai lagu mereka, namun jangan sepertihalnya para fanatik-fanatik yang ada di luar sana, cukup menyukai hal yang baiknya saja sesuai dengan Sunnah dalam Islam.

Namun bagaimana jika kita menyukai misalnya girlband, boyband ataupun bahkan anime yang memamerkan aurat dari manusia?

Adanya hal tersebut harusnya mulai kita tinggalkan, benar bukan? karena hal tersebut membawa dampak negatif walau terasa kasat mata.

coba renungkanlah, pelajari Islam lebih mendalam.

Maka dari pada itu, mulai perlahan bagi kita untuk mulai meninggalkan status yang membuat kita terjerumus di dalam keindahan yang palsu. mulailah untuk meninggalkan 'fan' dalam kehidupan, sekedar suka adalah pilihan aman, tidak terlalu muluk-muluk mengurusi sang pujaan yang seakan-akan menyekutukan Allah. bahkan hal ini bukan dianggap seakan-akan lagi, namun benar-benar menyekutukan Allah jika hal ini membuat kita melupakan Allah, menjauhi-Nya secara perlahan.

Tinggalkan istilah 'fan'  dan rubah kebiasaan terlalu mendukung dengan sekedar suka/menikmati lagu mereka saja. rubah kegiatan kita dengan memperbanyak dan memperdalam mempelajari agama Islam. Jauhi hal-hal yang lebih membawa banyak mudharat kepada kita daripada kebaikan.

Islam sebagai pembatas/pengatur kehidupan bersosial kita, Alqur'an dan Sunnah merupakan pedoman hidup kita.

Sekian, terima kasih.
Jazakumullah khairan.

Sumber:
http://buletin-alilmu.net/2012/02/25/fanatisme-golongan-dan-dampaknya/

Senin, 20 Mei 2013

Seperti Apakah Seharusnya Berhijab Bagi Muslimah itu?


Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadilidi antara mereka, ialah ucapan, “Kami mendengar dan kami patuh.” Danmereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dantakut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nyamaka mereka adalah orang-orang yang mendapatkemenangan. (TQS. an-Nûr [24]: 51-52).

Tentang jilbab dan kerudung pun Allah telah mengajarkan pada kita. Bagaimana kita seorang muslim berpakaian yang disukai oleh Allah dan tentu saja mengandung banyak kebaikan insya Allah.

AURAT PEREMPUAN 
Wahai Asma’: Sesungguhnya wanita yang telah haid tidak layak baginya terlihat dari tubuhnya kecuali ini dan ini…” (wajah dan telapak tangan) [HR. Abu Dawud, no. 3580]

KERUDUNG
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya  
(TQS an-Nur [24]: 31)

JILBAB 
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin: 
"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka" (TQS al-Ahzab [33]: 59)


  • Ibnu Katsir mengatakan bahwa jilbab adalah pakaian rangkap selain kerudung serupa baju kurung sekarang 
  • Ibnu Hazm berkata: "Jilbab dalam bahasa Arab yang dinyatakan oleh Nabi SAW ialah, busana yang menutupi seluruh badan dan tidak hanya sebagiannya.“ 
  • Ibnu Abbas dalam tafsirnya (hal. 137), menyatakan Jilbab adalah kain penutup/ baju luar/ mantel yang menutupi seluruh tubuh wanita. 
  • Dalam Kamus Al-Muhith, Jilbab laksana sirdab (terowongan), sinmar (lorong), yakni baju/pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung/ pakaian apa saja yang dapat menutupi pakaian kesehariannya. 
  • Al-Qurthubi dalam tafsirnya, menyatakan Jilbab adalah ar-rada’u, yaitu terowongan (pakaian yang lurus tanpa potongan yang menutupi seluruh badan).

Ketika diturunkan firmanNya, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, maka kaum perempuan Anshor keluar seakan-akan dari atas kepala mereka terdapat burung gagak, karena tertutup selimut.” (HR. Abu Dawud)


SEHARUSNYA JILBAB 

Panjang nya
Ibnu Umar meriwayatkan: Rasulullah SAW bersabda: "Siapa saja yang memanjangkan atau mengulurkan pakaiannya supaya diperhatikan orang, Allah tidak akan melihatnya kelak di hari kiamat.“ Ummu Salamah berkata: "Lalu bagaimana halnya dengan wanita-wanita yang pakaiannya terurai panjang?“ Nabi SAW bersabda: "Supaya diturunkan atau dipanjangkan satu jengkal . Ummu Salamah berkata: "Kalau demikian kaki mereka akan terbuka". Nabi bersabda: "Supaya diturunkan kembali satu hasta jangan lebih.“ (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

 Tidak tipis dan ketat
Diriwayatkan dari Aisyah ra. bahwa Asma binti Abu Bakar ra. masuk ke dalam rumah Nabi saw. dengan memakai pakaian tipis, lalu Nabi berpaling darinya seraya bersabda: "Hai Asma, sesungguhnya wanita itu apabila telah mencapai usia baligh tidak boleh menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini“ (seraya mengisyaratkan kepada muka dan kedua telapak tangannya) (HR Abu Dawud


Nah bagaimana jilbab dan kerudung syar'i sudah dipaparkan, sekarang bagaimana terlihat cantik, bersih dan rapi. Saya rasa perlu sekali tampil cantik, bersih dan rapi namunnnn tetep sesuatu yang di sukai Allah ^_^. 
Hayo, Sudahkah anda tampil cantik menurut syar'i?

Kisah Sang Khalifah



Siang di bumi Madinah, suatu hari. Matahari tengah benderang.

Teriknya sungguh garang menyapa hampir setiap jengkal kota dan pepasir lembah. Jalanan senyap, orang-orang lebih memilih istirahat di dalam rumah daripada bepergian dan melakukan perniagaan. Namun tidak baginya, lelaki tegap, berwajah teduh dan mengenakan jubah yang sederhana itu berjalan menyusuri lorong-lorong kota sendirian. Ia tidak peduli dengan panas yang menyengat. Ia tak terganggu dengan debu-debu yang naik ke udara. Ia terus saja bersemangat mengayun langkah. Sesekali ekor matanya berkerling ke sana ke mari seperti tengah mengawasi. Hatinya lega, ketika daerah yang dilewatinya sentosa seperti kemarin.

Hingga ketika ia melewati salah satu halaman rumah seorang penduduk, tiba-tiba ia berhenti. Langkahnya surut. Pandangannya tertuju pada anak kecil di sana. Ditajamkan pendengarannya, samar-samar ia seperti mendengar suara lirih cericit burung. Perlahan ia mendatanginya dan dengan lembut ia menyapa bocah laki-laki yang tengah asyik bermain.

"Nak, apa yang berada di tanganmu itu?" Wajah si kecil mendongak, hanya sekilas dan menjawab.

"Paman, tidakkah paman lihat, ini adalah seekor burung," polosnya ringan. Pandangan lelaki ini meredup, ia jatuh iba melihat burung itu mencericit parau. Di dalam hatinya mengalun sebuah kesedihan, "Burung ini tentu sangat ingin terbang dan anak ini tidak mengerti jika mahluk kecil ini teraniaya."

"Bolehkah aku membelinya, nak? Aku sangat ingin memilikinya," suaranya penuh harap. Si kecil memandang lelaki yang tak dikenalnya dengan seksama. Ada gurat kesungguhan dalam paras beningnya. Lelaki itu masih saja menatapnya lekat. Akhirnya dengan agak ragu ia berkata, "Baiklah paman," maka anak kecil pun segera bangkit menyerahkan burung kepada lelaki yang baru pertama kali dijumpainya.

Tanpa menunggu, lelaki ini merogoh saku jubah sederhananya. Beberapa keping uang itu kini berpindah. Dalam genggamannya burung kecil itu dibawanya menjauh. Dengan hati-hati kini ia membuka genggamannya seraya bergumam senang, "Dengan menyebut asma Allah yang Maha Penyayang, engkau burung kecil, terbanglah...terbanglah..."

Maka sepasang sayap itu mengepak tinggi. Ia menengadah hening memandang burung yang terbang ke jauh angkasa. Sungguh, langit Madinah menjadi saksi, ketika senyuman senang tersungging di bibirnya yang seringkali bertasbih. Sayup-sayup didengarnya sebuah suara lelaki dewasa yang membuatnya pergi dengan langkah tergesa. "Nak, tahukah engkau siapa yang membeli burung mu itu? Tahukah engkau siapa lelaki mulia yang kemudian membebaskan burung itu ke angkasa? Dialah Khalifah Umar nak..."

***

Malam-malam di kota Madinah, suatu hari.

Masih seperti malam-malam sebelumnya, ia mengendap berjalan keluar dari rumah petak sederhana. Masih seperti malam kemarin, ia sendirian menelusuri jalanan yang sudah seperti nafasnya sendiri. Dengan udara padang pasir yang dingin tertiup, ia menyulam langkah-langkah merambahi rumah-rumah yang penghuninya ditelan lelap. Tak ingin malam ini terlewati tanpa mengetahui bahwa mereka baik-baik saja. Sungguh tak akan pernah rela ia harus berselimut dalam rumahnya tanpa kepastian di luar sana tak ada bala. Maka ia bertekad malam ini untuk berpatroli lagi.

Madinah sudah tersusuri, malam sudah hampir di puncak. Angkasa bertabur kejora. Ia masih berjalan, meski lelah jelas terasa. Sesekali ia mendongak melabuhkan pandangan ke langit Madinah yang terlihat jelita. Maka ia pun tersenyum seperti terhibur dan memuja pencipta. Tak terasa Madinah sudah ditinggalkan, ia berjalan sudah sampai di luar kota. Dan langkahnya terhenti ketika dilihatnya seorang lelaki yang tengah duduk sendirian menghadap sebuah pelita.

"Assalamu'alaikum wahai fulan," ia menegur lelaki ini dengan santun.

"Apakah yang engkau lakukan malam-malam begini sendirian," tambahnya. Lelaki itu tidak jadi menjawab ketika didengarnya dari dalam tenda suara perempuan yang memanggilnya dengan mengaduh. Dengan tersendat lelaki itu memberitahu bahwa istrinya akan melahirkan. Lelaki itu bingung karena di sana tak ada sanak saudara yang dapat diminta pertolongannya.

Setengah berlari maka ia pun pergi, menuju rumah sederhananya yang masih sangat jauh. Ia menyeret kakinya yang sudah lelah karena telah mengelilingi Madinah. Ia terus saja berlari, meski kakinya merasakan dengan jelas batu-batu yang dipijaknya sepanjang jalan. Tentu saja karena alas kakinya telah tipis dan dipenuhi lubang. Ia jadi teringat kembali sahabat-sahabatnya yang mengingatkan agar ia membeli sandal yang baru.

"Umm Kultsum, bangunlah, ada kebaikan yang bisa kau lakukan malam ini," Ia membangunkan istrinya dengan nafas tersengal. Sosok perempuan itu menurut tanpa sepatah kata. Dan kini ia tak lagi sendiri berlari. Berdua mereka membelah malam. Allah menjadi saksi keduanya dan memberikan rahmah hingga dengan selamat mereka sampai di tenda lelaki yang istrinya akan melahirkan.

Umm Kultsum segera masuk dan membantu persalinan. Allah Maha Besar, suara tangis bayi singgah di telinga. Ibunya selamat. Lelaki itu bersujud mencium tanah dan kemudian menghampirinya sambil berkata, "Siapakah engkau, yang begitu mulia menolong kami?"

Lelaki ini tidak perlu memberikan jawaban karena suara Ummi Kultsum saat itu memenuhi lengang udara, "Wahai Amirul Mukminin, ucapkan selamat kepada tuan rumah, telah lahir seorang anak laki-laki yang gagah."

***

Sahabat, betapa terpesona, mengenang kisah indah Khalifah Umar bin Khatab. Ia adalah seorang pemimpin negara, tapi sejarah mengabadikan kesehariannya sebagai orang sederhana tanpa berlimpah harta. Ia adalah orang yang paling berkuasa, tapi lembaran kisah hidupnya begitu penuh kerja keras dalam mengayomi seluruh rakyatnya. Ia adalah orang nomor satu tapi siang dan malamnya jarang dilalui dengan pengawal. Ia seorang penyayang meski kepada seekor burung. Ia sanggup berlari tanpa henti demi menolong seorang perempuan tak dikenal yang akan melahirkan. Dan ia melakukannya sendiri. Ia melakukannya sendiri.

4 Perkara Sebelum Tidur



Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : "Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur'an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meredhai kamu,
4. Sebelum kaulaksanakan haji dan umrah....
Bertanya Aisyah :"Ya Rasulullah.... Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?"
Rasul tersenyum dan bersabda : "Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an.
Membacalah selawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat.
Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredoi kamu.
Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umrah"

Sekian untuk ingatan kita bersama.
Kalau rajin..Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Muslim yang lain. Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati

Kebencian


Islam adalah agama yang sangat menentang persengketaan, permusuhan, perkelahian. Sebaliknya pula Islam adalah agama yang menjunjung tinggi perdamaian dan persaudaraan. Karena begitu pentingnya hidup rukun sampai-sampai Rasulullah bersabda : "Tidaklah halal bagi seorang muslim untuk meninggalkan saudaranya lebih dari tiga malam. Keduanya juga saling bertemu, tetapi mereka tidak saling mengacuhkan satu sama lain. Yang paling baik diantara keduanya yang
terlebih dahulu memberi salam." (HR. Muslim).

Tujuh abad yang lalu seorang penyair sufi dari Balakh, Jalaludin Rumi, suatu ketika pernah berucap "tanpa cinta dunia akan membeku". Ungkapan ini kita rasakan sepanjang masa akan kebenarannya, terutama disaat gelompang matrealisme ateistik mendominasi dalam setiap gerak langkah manusia, dimana imbas dari pada itu semua kebrutalan saling benci- membenci seakan menjadi santapan hari-hari.

Benci (al-karahah) adalah lawan dari emosi cinta (al-mahabbah), ia merupakan gambaran tentang perasaan menganggap tidak baik, perasaan tidak menerima atau perasaan ketidaksukaan serta merasa jijik. Juga perasaan ingin menjauhi obyek-obyek yang menimbulkan perasaan ini baik itu berupa orang, keadaan, perbuatan. Kedua hal tersebut (cinta dan benci) merupakan fitrah emosional yang telah dianugrahkan Allah SWT pada seluruh manusia. Bagi seorang muslim cinta dan benci haruslah berdasarkan proporsional syari'at. Karena bisa jadi sesuatu yang kita benci sebetulnya baik bagi kita. atau sebaliknya sesuatu yang kita cintai justru sangat buruk bagi kita. Jika halnya menjadi demikian, betapa banyaknya orang yang akan menjadi korban akibat
dari tidak bisa menempatkan arti cinta dan benci ini.

Allah SWT berfirman : "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia sangat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui." (QS. Al Baqarah : 216).

Muslim dan mukmin adalah dua kata selalu dikaitkan dengan kata Ahsin (berbuat baiklah)dan ahbib (cintailah), sesungguhnya kata-kata itu mengandung makna yang sangat dalam, kata mukmin berasal dari kata amnun (aman/tidak kacau). Mukmin adalah yang mampu menjaga atau menghadirkan rasa aman. Oleh karena itu apabila seseorang ingin menjadi mukmin, hendaklah memulainya dengan berbuat ihsan (kebaikan) kepada siapa saja, tetangganya, lingkungannya dan lain
sebagainya bahkan sampai kepada lawan politiknya.

Adapun akar kata muslim adalah salamun, yang dari akar kata ini melahirkan kata Islam yang mempunyai makna damai sentosa. Muslim berarti yang mampu menghadirkan kedamaian sentosa. Dalam termenologi moral Islam, bila seorang muslim bisa menghargai orang lain, menghargai hak milik orang lain, maka kedamaian akan dapat terwujud. Namun, hal tersebut akan muncul bila ia terus berpegang kepada kelima rukun Islam. Tanpa memegang teguh lima perinsip dasar Islam tersebut, mustahil kedamaian akan terwujud dilingkungan dimana
ia tinggal.

Asy Syaikh al-Allamah Al Imam Muhammad Hayat As Sindi berkata, "Janganlah kalian melakukan apa yang menyebabkan saling membenci, karena hal itu akan menyebabkan kerusakan di dunia dan di akhirat."
Al imam Al Hafizh Rajab Al Hambali pun pernah berujar tentang hal ini. Ia berkata "Sesama muslim dilarang saling membenci dalam hal selain karena Allah, apalagi atas dasar nafsu, karena sesama muslim telah dijadikan Allah bersaudara dan persaudaraan itu saling cinta bukan
saling membenci."

Perasaan benci ibarat api dalam sekam, sewaktu-waktu ia akan bisa membakar, bila seorang pemimpin sudah tidak lagi menyayangi orang yang dipimpinnya berarti ia sudah menyimpan api dalam dirinya. Apabila suami sudah membenci sang istri, tetangga telah saling benci antara sesama tetangganya, pemimpin sudah tidak menyenangi hak milik rakyatnya, maka tiada lain mereka telah menyimpan api didalam dirinya. Kondisi seperti ini tentulah sangat berbahaya dalam tatanan
hidup bermasyarakat.


Ia (kebencian) akan dapat merusak moral dan norma-norma. Ekspresi sebuah kebencian tidak lain adalah sikap hasud yang dilarang Islam. Hasad adalah iri dan bersifat dengki terhadap orang atau kelompok lain, bahkan sebisa mungkin untuk menghilangkan atau menjatuhkan semua kepemilikan yang menjadi lawannya tersebut. Dari sinilah hasad berubah menjadi hasutan, bagaimana merekayasa isu atau gosip tanpa fakta untuk meyakinkan orang lain, agar saling membenci atau menganiaya
orang lain atau kelempok tertentu.

Rasa benci yang kemudian melahirkan permusuhan diantara umat manusia itu akan terus menumbuhkan kebencian-kebencian yang baru. Para antropolog sering berguyon bahwa untuk mendamaikan manusia dibumi ini perlu mendatangkan makhluk dari plenet lain hingga akhirnya mereka bersatu untuk melawannya.

Keimanan mempersempit wilayah kebencian dan mencairkan permusuhan di hati orang mukmin. Seseorang tidak perlu membenci saudara seimannya hanya karena perbedaan suku bangsa, warna kulit, strata sosial, jabatan apalagi kepentingan pribadi. Kalaupun kita harus membenci, itu hanya bisa dilakukan karena Allah.

Rasulullah SAW bersabda : "Sekuat-kuatnya ikatan iman adalah persaudaraan karena Allah, cinta karena Allah, dan membenci karena Allah." (HR. Thabrani dari Ibnu Abbas).

Al-Qur'an memuji orang-orang mukmin yang datang setelah kaum Anshar dan Muhajirin karena mereka berdo'a kepada Allah agar Allah menghapus dosa-dosa orang-orang mukmin yang telah mendahului mereka, dan agar tidak menjadikan kebencian serta kedengkian dalam hati mereka terhadap orang-orang yang beriman.

"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) mereka berdoa : Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami. Dan janganlah engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun
lagi Maha Penyayang." (QS. Al Hasyr : 10).

Oleh karena itu persaudaraan yang hakiki adalah merupakan nikmat terbesar dalam penataan hubungan sesama muslim, hanyalah memungkinkan terjadi manakala ia terdapat ta'lif al-qalb (pertautan hati, perasaan dan pikiran) antara satu dengan yang lainnya. Sebaliknya, adalah mustahil persaudaraan itu terkait erat, manakala hati, perasaan dan pikiran saling bertentangan. Hati yang menyatu, akan menyikapi perbedaan dengan husnuzhzhan (berbaik sangka) dan tasamuh
(toleransi) .

Rasulullah SAW bersabda : "Manusia akan tetap berada di dalam kebaikan selama dia tidak mempunyai rasa benci." (HR. Thabrani).

Dan dalam sebuah sabdanya, Rasulullah mengingatkan bahwa kedengkian dan kebencian merupakan salah satu penyakit umat yang sangat berbahaya, dan sangat mempengaruhi agamanya, sebagaimana sabda Nabi SAW : "Penyakit umat terdahulu telah merambah kepadamu semua, yaitu: kebencian dan kedengkian. Kebencian itu adalah pencukur. Aku tidak berkata pencukur rambut, tetapi pencukur agama."
(HR. Bazzar dari Zubair). Wallahu A'lam.

Rindu Kami Padamu Ya Rasulullah



Dikutip dari Khutbah jum'at
jumat, 27 mei 2005
oleh ustadz H. Sulaiman Effendi S.Ag
Masjid Darunnajah


Di suatu kota yang berada di madura ada seorang wanita tua yang berprofesi sebagai penjual bunga. Ia harus berjalan cukup jauh untuk menjual dan menjajakan karangan bunganya. Setiap hari ia berjalan menuju pasar dan ketika datang waktu dzuhur ia langsung bergegas menuju masjid agung yang berada di kota tersebut. dan setiap habis menunaikan shalat ia selalu bergegas menuju halaman masjid agung tersebut untuk memunguti sampah dan dedaunan yang berserakan di depan masjid.

Dikarenakan saking seringnya dan hampir setiap hari melakukan hal serupa sehingg mengundang rasa iba dan kasihan ta'mir masjid kepada wanita tua tadi, hingga akhirnya takmir tersebut mengambil kesimpulan untuk memunguti sampah dan dedaunan sebelum wanita tua tersebut melakukannya. benar sejak hari itu takmir masjid mulai memunguti sampah dan dedaunan.

Keesokan harinya seperti biasa wanita tua tadi bergegas ke masjid karena sudah masuk waktu dzuhur usai ia menjajakan bunganya. Setelah shalat dan berdo'a ala kadarnya ia beranjak menuju tempat kesayanngannya yaitu halaman masjid yang penuh dangan sampah dan dedaunan.......... Syahdan wanita tadi terkejut bukan kepalang tatkala melihat halaman masjid sudah bersih tanpa menyisakan saampah sedikitpun yang tersisa. ia lari ke masjid dan bersimpuh sambil menangis tersedu sedu.......... mengapa.....mengapa (gumamnya)......
hingga mengundang rasa ingin tau ta' mir masjid dan para jama'ah yang masih berada di masjid.......

"ada apa gerangan ibu...?'' tanya salah seorang dari mereka...... wanita tadi menjawab " tolong kalau kalian memang merasa iba biarkanlah saya yang membersihkan sampah dan dedaunan di halaman masjid agung ini." akhirnya mereka membiarkan wanita tua tersebut melakukan kegiatan rutinnya itu.

Hari berlalu berganti minggu, minggu berganti menjadi bulan, wanita tua tersebut masih dengan semangat memunguti sampah. akhirnya takmir punya inisiatif untuk mengorek ketetangan sebenernya ada apa dengan wanita tadi... dan memutuskan untuk meminta bantuan kepada seorang kiai yang cukup terkenal untuk menanyakan nya......

Akhirnya Kiai tadi menemuai ibu tadi dan bertanya.... sebenarnya apa yang menyebabkan anda dengan ikhlas melakukan halini.....? wanita tadi menjawab ' saya akan menjawab dengan syarat anda pak kiai tidak akan menceritakan hal ini selagi saya masih hidup dan hanya andalah yang tau" lalu pak kiai tadi pun mengiyakannya...

" pak kiai saya ini orang bodoh dan saya sadar belum tentu amal ibadah saya selama hidup itu benar dan diterima oleh Allah, dan saya yakin diakhirat tidak ada yang mampu mensyfaati kecuali kanjeng nabi muhammad, untuk itu saya memunguti sampah dan denaunan yang ada, dan setiap satu sampah dan dedaunan saya bacakan shalawat untuk kanjeng nabi Nuhammad S.A.W agar kiranya sampah dan dedaunan tadi menjadi saksi bahwa saya mencntai, dan merindukan kanjeng Nabi dan di akherat kelak saya di jemput dan di sambut oleh kanjeng Nabi muhammad S.A.W karena cintaku padanya".