Home » Posts filed under Syairku
Selasa, 01 September 2026
Minggu, 30 Agustus 2026
Racikan Takdir
8:56 PM Pesawat 16cm
Jumat, 24 Juli 2026
Ruang yang Tak Dijangkau Senja
1:30 PM Pesawat 16cm
“Mā aḍyaqal-'aysya law lā fusḥatul-amal.”
Alangkah sempitnya hidup ini kalau tidak karena luasnya cita-cita.
Di saat jalan terasa menyempit,
dan langkah tertahan oleh lelah yang tak bersuara,
harapan datang membuka jendela langit,
mengajarkan bahwa esok selalu memiliki cahaya.
Bukan panjang umur yang paling mulia,
melainkan umur yang dipenuhi jejak manfaat.
Bukan banyaknya hari yang dikenang,
melainkan banyaknya hati yang disentuh dengan kebaikan.
Betapa indah memiliki saudara
yang tak bosan mengingatkan kepada kebenaran,
yang menggenggam tangan ketika iman melemah,
dan berbisik lembut,
"Bersabarlah, Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya."
Silaturahmi semacam itu
adalah taman yang menumbuhkan keberkahan.
Ia memperpanjang usia—
bukan sekadar hitungan tahun,
tetapi usia yang terus hidup
dalam doa, dalam ilmu, dalam amal,
dan dalam kenangan baik yang tak lekang oleh waktu.
Maka jangan biarkan harapan mengecil,
dan jangan biarkan tali persaudaraan terputus.
Sebab selama masih ada cita-cita yang diridai-Nya,
selama masih ada saudara yang saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran,
hidup akan selalu memiliki ruang untuk bertumbuh,
dan nama kita akan tetap hidup
di dalam kebermanfaatan.
Kamis, 23 Juli 2026
"Ketulusan pun disamarkan"
5:00 AM Pesawat 16cm
Yang Tersisa Setelah Warna Pudar
Di telapak yang menggenggam,
ada sepotong hijau
yang pernah percaya
bahwa tumbuh
tak harus disaksikan.
Namun dunia
terlalu pandai
mencampur terang dengan bayang.
Yang jujur disebut naif.
Yang tulus dianggap siasat.
Yang diam dituduh menyembunyikan sesuatu.
Lalu,
sedikit demi sedikit,
warna kehilangan namanya.
Ungu menjadi luka
yang enggan mengaku sakit.
Emas menjadi cahaya
yang malu menyebut dirinya harapan.
Hijau tinggal serpihan
yang berusaha mengingat
mengapa ia pernah hidup.
Tak ada wajah
yang bisa menjelaskan
betapa lelahnya
menjaga hati
agar tetap bening.
Sebab di zaman
ketika topeng lebih dipercaya
daripada mata,
ketulusan pun
belajar berbicara pelan,
hingga suaranya
tak lagi terdengar.
Dan akhirnya...
ia tidak mati.
Ia hanya berdiri
di sudut paling sunyi,
menggenggam dirinya sendiri,
sementara dunia
terus berjalan,
hingga ketulusan
pun disamarkan.
---
Rabu, 10 Mei 2023
Temani Aku!
8:23 PM Pesawat 16cm
Aku mengingat kembali
udara segar berhembus kepadaku lagi
badai telah berlalu
memberikan rasa indah di hati sedihku
Perlahan ku telah merangkak padamu
walau banyak rintangan bersemayam di hatiku
pikirku tak bisa
tapi hujan telah reda
Tak boleh lah aku menyiakan kesempatan ini lagi
tak boleh lah aku jatuh ke kubangan lumpur kembali
bersihkan pakaianmu
kenakan semangat dalam jiwamu
----
10 April 2023
Kamis, 02 Juni 2022
Kedai Makanan
11:23 AM Faiz Mukhlas
Aku telah lalai dengan badai yang kuhadapi dahulu,
Yang tercipta akibat ulahku.
Saat aku tersipu di dalam senja yang sendu,
Mendengar lantunan kalimat yang merdu, aku malu.
Sejuknya hawa yang mengitari, buatku membeku,
Memaksaku selalu menarik lengan jaketku.
Walau tak ingin, rindu tetaplah rindu,
Namun, memori tidaklah abadi.
Lalu, terhadap suatu yang kurindu,
Pasti akan terganti.
Senja yang sendu,
Lantunan yang merdu,
Udara yang membeku,
Tak mampu menahan ingatan rapuhku.
---
13 April 2021.




