2026

Selasa, 14 Juli 2026

Ingin Posting Saja


Setelah sekian lama... 

 Akhirnya aku melangkah sejauh ini. Awalnya aku melangkah untuk peduli kepada orang di sekitarku yang peduli terhadapku. Namun kini, semakin diriku dewasa semakin aku merasakan kesendirian dalam langkah-langkahku. 

Orang yang dulu peduli terhadapku, semakin beriring waktu mulai memiliki kehidupan pribadinya. Meninggalkanku seorang diri. Rasa peduliku pun semakin surut untuknya... 

Tumbuh rasa kecewa di dalam diri. Dan juga mengecewakan orang yang kita peduli terhadapnya. Ingin rasanya mengumpat, memaki-maki kehidupan yang rasanya tak adil... 

Ternyata dirikulah yang tak adil. Dimulai dengan tak adil terhadap diri sendiri. Banyak hal sebetulnya, yang aku sesali. Kenapa aku tidak berjuang lebih banyak daripada yang lainnya. 

Namun bagaimana lagi... 
Inilah takdir, penyesalanku telah terjadi akibat ulahku di masa lalu. Namun apakah penyesalan ini akan terulang di hari-hari yang akan datang? Itu semua tergantung kepada bagaimana aku akan menyikapi diriku di masa ini. 

Jika hanya penyesalan yang dibawa, ia tak akan mengubah diriku. Penyesalan yang terus menerus tak membuahkan hasil diriku yang adil. Bahkan terhadap diriku sendiri. 

Jika itu yang kita perlukan, kenapa justru semakin membuat kita terpuruk? 

 Maka untuk mengubah keadaan ini. Langkah yang akhir-akhir ini aku tapaki ternyata mengubahku. Oh, jadi hanya butuh berbuat? Kenapa aku tidak berbuat sejak dahulu? Pikirku yang baru menyadari bahwa inilah kuncinya. Perubahan diri harus dimulai dengan langkah pertama... 

Fokus terhadap diri sendiri, dan mulai mengabaikan hal sekitar yang tidak meningkatkan dirimu. Memang terasa semakin sepi. Tapi inilah kebutuhanmu walau awalnya kau benci. 

Selang beberapa waktu... 

Kau sekarang sudah bisa mempengaruhi orang lain. Mewarnai kanvas-kanvas generasi selanjutnya. Apakah warna yang kau sodorkan itu warna yang cerah ataupun warna yang hitam legam? 

Aku tak tahu, namun harusnya kau memberikan warna yang cerah. Supaya menjadi bukti. Bukti yang nyata engkau menorehkan warnamu. 

Canvas-canvas itulah yang akan menjadi saksimu. Bahwa engkau yang telah menorehkan warna indah kepada mereka. 

Satu hal yang perlu kau ingat kembali, bahwa sumber warna yang indah itu bukan dirimu. Namun dari Pemilik seluruh keindahan. Yang juga telah memberikan banyak sekali warna terhadap hidup kita. 

Hidup ini belum usai kawan. Selama nafas masih berhembus. Jiwa masih bergejolak. Dan raga masihlah bergerak. Bergeraklah semampumu. Warnailah canvas seindah maupun sebanyak mungkin. Karena engkau telah mengetahui asal usul dan jati dirimu, maka mulailah dari sekarang!

Ingat sepenggal ungkapan dari Imam Syafi'i:

"Perhaps what you fear is never meant to be,
and what you hope for is on its way to you."