Jumat, 07 Februari 2014

Kagerou Daze I


Kabut Panas Memusingkan I  
Lantunan melodi 'Yuuyake Koyake' yang tidak diketahui darimana asalnya dapat terdengar karena menggema di udara.

Langit biru yang seolah terwarnai oleh melodi Yuuyake Koyake perlahan berubah menjadi warna oranye.
Bus yang kutumpangi melalui jalanan yang kasar sehingga menimbulkan bunyi ‘gada! gada!’. Penumpang perlahan berkurang sampai pada akhirnya tinggal aku sendiri.
Biarpun teman sekelasku yang baru saja turun dari bus bukan teman baikku, setiap kali aku mendengar melodi ‘Yuuyake Koyake’ sendirian, dari dalam lubuk hatiku aku merasa kesepian.
Aku mencabik-cabik busa yang keluar dari tempat duduk untuk menghilangkan kebosanan. Saat aku kembali menatap keluar jendela, hanya terlihat pemandangan sawah subur siap panen dan tiang-tiang tua yang berdiri berjajaran.
Ini sama sekali bukan sesuatu yang bisa menghilangkan rasa bosanku.
Aku menghela napas dan memejamkan mataku.
Seandainya pada waktu seperti ini aku bisa bermain dengan ponsel.
Aku tiba-tiba teringat dengan iklan yang kemarin kulihat di TV tempat temanku, setting-nya di kota besar di dalam sebuah monorail.
Semua orang melihat ke smartphone masing-masing, seolah-olah telah masuk ke dalam dunia mereka masing-masing.
Untuk anak desa yang mempunyai keinginan besar sepertiku, melihatnya melalui CRT saja sudah cukup. 
Bahkan anak-anak yang seumuran denganku itu bisa mempunyai ponsel sendiri sambil berjalan-jalan di kota besar, pergi kemana pun yang mereka mau.
Sepertinya mereka juga bisa berkomunikasi dengan teman mereka, pergi keluar, dan bermain bersama. Bahkan pada malam hari mereka bisa saling mengirim SMS atau menelpon, online untuk sekedar bikin status atau berdiskusi di forum.
Atas keinginan itulah aku bahkan pergi ke toko elektronik saat perjalanan pulang. 
Di desa yang menyedihkan seperti ini dimana kau JARANG sekali menghabiskan uang untuk hal berbau hiburan, aku hanya bisa menabung seperti orang bodoh setiap kali tahun baru datang dan saat mendapatkan parsel merah.
Aku yang mengambil uang tabunganku yang terlihat menyedihkan kemudian berkata “AKU AKAN MEMBELI PONSEL!!!" dengan arogannya, berlari ke toko elektronik dan berusaha dengan keras menjelaskan apa itu ponsel kepada pemilik toko yang bahkan tidak tahu apa ponsel itu.
Tentu saja aku tidak mendapatkan ponsel, tetapi aku malah direkomendasikan sebuah telepon antik yang sangat butut. Mungkin saja itu bisa memberiku pengalaman di kehidupan.
....tetapi,
 
Pada situasi seperti ini, pengalaman kehidupan macam apapun sama sekali tidak penting.
Untuk benda seperti itu, biarpun aku menginginkannya, kepada siapa aku meminta?
Jika aku mengatakan itu kepada orang tuaku yang keras kepala, mereka pasti malah menasehatiku “Kau masih mempunyai 20 tahun lagi untuk itu, nak.” dan mengunciku di luar rumah, membiarkanku merasakan horornya kegelapan malam serta lolongan anjing liar.
Uji nyali seperti itu tidak diperlukan. Biarpun aku ingin membeli ponsel tanpa ketahuan orang tuaku, aku tidak bisa membelinya disini.
Seandainya ada kesempatan dimana aku bisa pergi ke kota. Tapi aku tidak mempunyai kesempatan itu sama sekali, bahkan pada saat tahun baru ataupun Festival Obon.
Atau mungkin seseorang bisa memberiku kesempatan itu.
Ah, tapi itu mustahil. Aku bukan orang yang bisa melakukan hal seperti itu.
Soal ponsel, aku hanya mengerti SMS, telponan, dan online.
Itu gara-gara orang tuaku.
Jika anak kecil menonton TV sendirian mereka akan menangis atau berteriak, tapi orang tuaKU secara pribadi menolak masyarakat modern, gara-gara mereka aku bahkan tidak mengetahui topik atau trend yang lagi booming, aku bahkan juga tidak mengetahui pengetahuan dasar di masyarakat.
Tetapi kalau ponsel sepertinya mudah disembunyikan di kantong, orang tuaku sepertinya tidak akan mengetahuinya.
Jadiiiii, jika aku bisa membeli ponsel seperti apa yang kuinginkan, semuanya akan baik-baik saja.
Masalahnya sekarang adalah bagaimana aku bisa mendapatkannya? Situasiku saat ini sangatlah kekurangan informasi. Aku harus bertanya pada seseorang.
Tapi...
"Jika aku bisa melakukan itu aku akan sangat bahagia…"
Aku menghela napas sambil membisikkan perasaan harapanku.
Yah, ada satu orang yang bisa kutanya tentang hal ini.
Sebenarnya, ini ‘mungkin’ bisa ditanyakan kepadanya, tetapi orang itu tidak terlalu mudah untuk ditanyai.
Dia, Hiyori Asahina, orang yang sangat sulit didekati dan sangat sulit untuk diajak bicara.
Dia adalah anak dari salah satu 3 keluarga terkaya di desa, dan dia sejak kecil bermain piano, ikut kelas ikebana, kelas balet, dll. Dia juga terkadang pergi ke kota setiap kali ada seminar di sana. 
Bukan itu saja, biarpun aku jauh darinya, aku bisa melihat dengan jelas dia yang sedang menggunakan ponsel imutnya. 
Dia pasti membeli ponsel itu di kota. Jadi, dia adalah orang yang paling pas untuk ditanyai soal ponsel.

Tetapi, kesimpulan ini sudah berakhir duluuuuuuu sekali.
Masalahnya adalah, Hiyori Asahina SANGAT tidak bisa didekati, dan rasa sukaku padanya SANGAT dalam.
Biarpun aku hidup di desa kecil yang sangat membosankan, ada satu hal yang membuatnya unik di dunia ini, yaitu fakta bahwa Hiyori Asahina dibesarkan di sini
Beberapa minggu yang lalu, salah satu teman sekelasku menulis sebuah surat cinta dan memberikannya kepada Hiyori, dan surat itu sama sekali tidak diterima Hiyori karena dia langsung menolaknya dengan kata-kata tajam “MENJIJIKKAN!!” yang menusuk hati anak itu dan menghancurkannya hingga berkeping-keping.
Haaaaaah, yah tentu saja itu menjijikkan, aku tahu itu.
Hiyori Asahina sangat imut, aku tidak melebih-lebihkannya. Dia tidak hanya lebih imut dari siswi-siswi di kelas, tapi dia bahkan lebih imut dari artis atau model anak-anak dari majalah atau poster.
Tentu saja, kepopulerannya sangatlah tinggi diantara anak lelaki, bahkan ada rumor yang mengatakan satu-satunya cara anak lelaki di desa ini menjadi dewasa adalah dengan 'jatuh cinta dengan Hiyori Asahina.' dan juga rumor tentang 'Kau cukup berbicara padanya dan kau akan dengan mudah menyulut batas kesabaran fans Asahina.'
Ditambah lagi, aku juga sebenarnya adalah fans berat Asahina.... bukanbukanbukan, lebih tepatnya bisa dibilang sebagai KECANDUAN ASAHINA. Dibanding dengan ‘fans penggila Asahina’, jika dari segi ‘besarnya rasa cinta’ atau ‘besar pengikutnya’ atau bahkan ‘besar jumlahnya (tidak resmi)’, aku pasti tidak akan kalah dari siapapun.
Fans Asahina yang profesional akan menyibukkan dirinya sejak dini hari.
Pada jam 6 pagi, hal yang pertama kali kulakukan setelah bangun tidur adalah memberi salam kepada ‘boneka Hiyori yang lembut dan halus’ dari ‘lingkaran 48 boneka Hiyori’ milikku.
Sedangkan saat sarapan, aku akan melihat ‘jadwal Hiyori’ sambil menghitung ‘persentase kemungkinan bertemu dengan Hiyori’. Aku juga memikirkan tempat terbaik untuk bertemu Hiyori.
Sebelum pergi ke sekolah, aku dengan ketat memilih ‘foto Hiyori’ terbaik yang paling kusuka, dengan hati-hati aku memasukkannya ke dalam kantong passholder-ku, dan pergi ke sekolah dengan senyuman.
Setelah mencium bau ‘hormon Hiyori’ (aromanya berbeda setiap orang, untukku itu adalah wangi) di udara sekitar sekolah, dan jika aku bisa melihat Hiyori langsung, aku cuma akan memperhatikannya dengan senyuman.
Pada waktu seperti itu, jika ada kesempatan untuk mendekatinya, sudah jadi hal tabu untuk menyalaminya dengan ceroboh. Itulah perbedaan antara fans penggila Asahina dan fans Asahina yang sebenarnya.
Pada situasi seperti itu, fans penggila Asahina akan mencoba membuat sebuah pembicaraan dengannya, menempel padanya, dan dengan intonasi yang gembira mencoba menarik perhatiannya. Sikap seperti itu hanya akan memberikan efek negatif yang sangat serius pada Hiyori.
Misalnya, pagi ini. Ada anak laki-laki yang mencoba mendatangi Hiyori, aku menggertakkan gigiku saat melihat kejadian itu. Dan tentu saja, sesuai dugaan Hiyori menggunakan pusakanya yang bagaikan pisau tajam “MENJIJIKKAN! Menjauhlah!” dan dalam sekejab meng-KO-kan anak lelaki itu.
Kemudian, anak laki-laki yang frustasi tadi dibawa dengan kasar oleh grup pelindung Hiyori yang sangat banyak ke dalam gudang di gedung olahraga. Apa yang terjadi selanjutnya, untuk kesehatan mentalku lebih baik tidak usah dipikirkan.
Karena itu, fans sejati Asahina tidak akan pernah melakukan hal memalukan seperti tadi. Cukup melihat dari kejauhan, merasa sangat berterima kasih atas pesonanya, dan membuatnya menjadi kekuatan untuk melewati hari esok. Itulah pekerjaan seorang profesional.
Dan karena itu juga, sebagai orang yang profesional, aku tidak tau bagaimana aku bisa membicarakan topik norak ini dengan Hiyori. Intinya, hanya begitu saja. Memikirkan aku dan dia bisa berbicara bersama, hal seperti itu membuatku terlihat bagaikan si pungguk merindukan bulan.
Tetapi,
Keinginan jahat yang ada di dalam lubuk hatiku tidak bisa dihentikan.
Ya, sebenarnya ada penyebab lain kenapa aku menginginkan ponsel.
“Aku pengen SMS-an sama Hiyori....”
Tidak, bukan hanya SMS-an saja. Aku juga pengen menelponnya. Bukan hanya bertemu di bus saja, aku juga pengen setiap malam bisa ngomong rahasia-rahasiaan dengannya.
"………Aku pengen…….."
Saat pikiranku jadi tambah kuat, aku hampir saja mengatakan semua keinginanku. Aku menutup mataku dan mengepal tanganku dengan erat. Mimpi yang sangat sangat jauh itu, bukanlah sesuatu yang bisa disentuh dengan tangan lemah dan dingin ini, sekali lagi aku serasa ditampar oleh kenyataan.
“Aiyaa, kalau kau pengen melakukannya lakukan saja, tapi kamu sudah sampai tujuanmu, yoo.”
Kata-kata tadi membuatku kesadaranku kembali pada kenyataan.
Siapa sih yang tiba-tiba ngomong saat aku sedang asyik berkhayal?! Aku mengangkat kepalaku dan mencari asal suara itu, dan sesuai dugaan, supir yang tidak sabaran memperlihatkan ekspresi ‘aku menemukan sesuatu yang menarik’ sambil melihatku.
Tanpa berpikir, wajahku jadi merah karena malu.
"WAHHH….ma, maaf!!! Aku turun sekarang!!"
Aku tahu aku tidak bisa mengenyahkan kejadian yang tadi, tetapi aku tetap berdiri dari kursiku dengan malu. Karena aku harus memberikan pass-ku kepada Pak supir, setelah aku berdiri, aku perlahan membuka tasku untuk mencari pass-nya.
"Uhmm, pass, pass…. ehhhhh??!! Dimana pass-nya… tidak!! Rasanya sudah kubawa?! Kumohon tunggu sebentar……"
Tetapi biarpun aku sudah mencari dari ujung ke ujung tasku, aku masih tidak menemukan pass yang seingatku sudah kumasukkan ke dalam tas.
"Sial… aku meninggalkannya di rumah…?!! Bagaimana bisa…."
Baru saja tadi aku bertingkah konyol, sekarang INI pula. Seketika pikiranku jadi kosong karena menahan malu.
“Ahh? Tidak apa-apa. Satu hari saja tidak penting. Aku sudah sering melihatmu setiap hari naik bus ini, jadi aku tidak akan mencurigaimu.”
Supir yang sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi menepuk kepalaku dan tersenyum.
Ahh, sungguh orang yang sangat baik. Biarpun aku tidak terlalu peduli jika aku dicurigai ‘menaiki bus tanpa bukti’ dan dibawa ke kantor polisi, tapi orang ini sudah menyelamatkan nyawaku.
"Apa, apakah tidak apa-apa?! Aku benar-benar minta maaf, aku akan membawanya besok……"
"Oh, jangan pikirkan, jangan pikirkan. Tapi, nak…"
Pak supir berhenti menepuk kepalaku dan melihatku dengan serius. Matanya juga menyipit.          
"Ehh? Aahh, a, apaaa?"
Saat aku mulai merasa tidak nyaman lagi hatiku jadi terasa sesak. Sudah kuduga, lupa membawa pass itu bukan hal yang bagus sama sekali....
“Ahh, waktu tadi kamu mengatakan ‘Aku pengen’. Aku jadi ingat saat aku seumuranmu aku benar benar ingin MELAKUKANNYA setiap hari....”
"OK TERIMA KASIH, DADAH!"
Sebelum dia bisa menyelesaikan kata-kata yang bisa membuat orang salah paham, aku langsung melompat dari bus secepat kelinci.
Bersamaan aku mendarat di tanah aku langsung belok ke kanan dari depan stasiun bus tua.
Aku masih bisa mendengar suaranya dari kejauhan, mengatakan “Hati-hati di jalan”, tapi dia terlalu berbahaya. SANGAAAAT berbahaya. Aku tidak tau mengapa, tapi dia sudah pasti berbahaya. Aku benar-benar ingin pergi dan melupakan semua itu.
Aku memperlambat langkahku, mengangkat badanku. Di ujung jalan penyeberangan yang jauh, gunung yang terwarnai oleh hitam mulai menelan matahari.
Matahari tenggelam, mulai menjadi malam.
Biarpun dingin pada malam hari, panas yang tersisa pada saat siang masih bergumpal di udara, kulitku dapat merasakan hawa musim panas yang akan datang.
"Apa yang akan kulakukan saat musim panas ini? Tahun lalu aku menghabiskan seluruh musim panasku membantu di sawah, mungkin tahun ini akan sama lagi, huh.."
Sudah sekitar 10 tahun lebih aku berada di desa kecil ini. Pendapatku tentang musim panas paling cuma cuacanya yang panas dan kenangan diriku yang bekerja di sawah yang penuh dengan lumpur.
“......Berpergian.....tidak mungkin sama sekali. Aku kekurangan uang. Tapi pasti....”
Pasti Hiyori Asahina akan pergi ke suatu tempat untuk menikmati musim panas yang sempurna. Aku cuma menebak, tapi menurutku pasti itu yang akan dia lakukan.
Di dunia atau sudut manapun kami berada, dia dan aku sangatlah berbeda, jadi menurutku pemandangan yang dia lihat setiap hari adalah sesuatu yang pastinya anak laki-laki normal tidak bisa bayangkan sama sekali.
Aku mengerti itu, dan itulah mengapa aku memiliki angan-angan, dan itu juga mengapa aku sangat menyukainya.
Aku memikirkan itu sambil dimandikan cahaya matahari senja yang membuat persawahan menjadi berwarna oranye, melihat rumahku yang sangat kecil dan sangat dekat dari desa, tepat di tepi lahan yang terbuka, asap tipis keluar dari cerobong asapnya yang kecil. 
Kapan terakhir kali aku keluar dari desa ini? Aku sama sekali tidak bisa mengingatnya, mungkin karena itu sudah sangat lama sekali.
Dan kehidupanku selama yang 10 tahun lebih namun terasa singkat karena tidak menarik itu akan segera kulupakan juga. 
Kapan aku bisa keluar dari desa ini?
Aku lalu membayangkan kejadian di masa depan dimana aku dan Hiyori berada di dalam monorail, memikirkan tujuan kami, dan tertawa bersama.
Di suatu tempat di dadaku memberiku kata ‘TIDAK MUNGKIN’, aku tanpa sadar mengerti itu.
“Itulah yang kumaksud. Apakah aku langsung menyerah begitu saja....”
Sambil menghela napas, aku mempercepat langkahku untuk menyelesaikan perjalananku pulang ke rumah. 
Aku yang suka berlagak ini bisa mendengar suara yang seolah mengolokku.
"Kau gelisah, nak?"
♥♥♥
"Di, dikit lagiiii………"
Dengan hati-hati, aku melakukannya seperti menuangkan seluruh jiwaku ke dalamnya kemudian mencurahkan seluruhnya ke dalam tiap jahitan.
"Akan kujahit kau menjadi imut………."
Sekarang sudah hampir jam sepuluh malam.
Terima kasih untuk ibuku yang membersihkan kamarku setiap hari, kamarku sekarang sudah bersih.
Sesaat aku pulang ke rumah aku langsung duduk di depan mejaku di samping jendela. 
Setelah menjahit beberapa jahitan sampai cukup bagus untuk dilihat, dan setelah itu menjahit beberapa jahitan lagi hingga jadi sangat cantik, hal itu berlanjut selama 4 jam sampai sekarang.
Yup, aku sedang mengerjakan proyek besar ‘Boneka Suara Hiyori’ selama 3 bulan, dan sekarang akhirnya aku akan menyelesaikannya.
“INI AKAN MERUBAH SELURUH SEJARAH FANS ASAHINA...!!”
Benar-benar pemandangan yang mengagumkan, aku tidak bisa menghentikan bulu kudukku yang berdiri.
Bukan cuma imut saja, tapi ia juga mempunyai penampilan yang unik. Rambut hitamnya imut dan rapi, aku lalu memakaikan gaun bertali untuknya. Biarpun aku sudah membuat semua bajunya, kali ini baju yang kupilih adalah baju yang paling disukai Hiyori.
Dengan rasa yakin, aku memasukkan recorder, yang kutemukan di toko elektronik saat mencari ponsel, ke dalam resleting di belakang boneka Hiyori. Di dalam rekorder ini aku menyimpan semua suara-suara Hiyori saat dia melaluiku selama minggu-minggu ini.
Sekarang aku mendapatkan efek dimana aku seperti berbicara dengan Hiyori Asahina.
Saat aku pertama kali melakukan ini, aku mempunyai tujuan untuk ‘Mencoba kemampuanku yang terbaik untuk mempercantik dirinya dan membawanya ke desa!!!’
Kutebak benda sempurna ini akan mengubah semua pengetahuan para fans Asahina menjadi sejarah.
Dan sekarang tinggal satu jahitan lagi untuk proyek besar ini....cukup satu jahitan lagi dan semuanya selesai.
Menghentikan pekerjaanku sebentar, aku menutup mataku.
Mengingat apa yang terjadi tiga bulan yang lalu, itu bisa menjadi perjalanan yang paling berpetualang yang pernah kulakukan.
Tidak, tidak, tentu saja itu hanya khayalan di otakku, tapi dengan tujuan yang sangat besar saat membuatnya, membayangkan aku dan Hiyori berpergian bersama ke berbagai tempat di negara ini, mungkin kami sudah seperti berpergian mengelilingi Jepang selama tiga minggu.
“......oookeeeeeee.”
Tenggelam pada kenangan tadi, sekarang waktunya untuk jahitan terakhir, pikiranku kembali fokus.
“Sekarang.....AKHIRNYAAAA.....!!!!”
"HIBIYAAAA TELPON UNTUKMUUUU! TURUN DAN ANGKAAAT!!!!!!!"
Aku sangat terkejut dengan teriakan ibuku tadi yang membuat tanganku bergetar DAN MEMBUAT JARUMNYA MENUSUK BADAN ‘BONEKA SUARA HIYORI’ MILIKKU. 
"GGGGGGYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
Melihat pemandangan ini aku berteriak. Pikiranku menjadi panas, syarafku tegang, otakku hanya bisa membayangkan pemandangan dimana Hiyori Asahina tertembus dan tertusuk tiang besar.
“AKU...AKU BENAR-BENAR...MELAKUKAN...MELAKUKAN KESALAHAN SEPERTI INI?!!!”
Tanganku merinding dan aku menutupi wajahku.
Di dalam otakku, jeritanku terngiang dan perlahan melenyap. Apa yang akan Hiyori Asahina katakan sebelum dia mati, sebenarnya aku tidak mempunyai kenangan pernah berbicara dengannya, jadi aku tidak bisa memikirkan kalimat apapun untuknya. Aku hanya bisa merasakan suasananya.
"HIBIYA TURUN SEKARANG JUGA!!!!"
Aku sadar setelah mendengar teriakan kejam dari ibuku, aku memutuskan untuk menghentikan proyekku untuk sementara waktu dan turun ke bawah.
“Ahhh~~ dasar, IYAAAA!! AKU TURUUUN!!”
Dengan hati-hati meletakkan ‘Boneka Suara Hiyori’ di meja, aku memutar kursiku sampai menghadap ke pintu dan melompat dari kursi.
Aku membuka pintu, berlari ke bawah tangga yang sudah soak, meraih telepon yang terletak di koridor lantai pertama, ganggang dari telepon pencet tua telah terlempar di atas meja.
“Ada apa sih, sampai nelpon jam seginian dan juga......SIAPA SIH? Kenapa ibu tidak mengatakannya dengan jelas.....”
Biarpun aku masih penasaran, aku tetap mengangkat ganggangnya dan berbicara. Siapapun yang menelpon pada jam seperti ini mungkin bukan orang yang mudah diatasi. Kurasa aku harusnya lebih kasar kepada orang ini.
“Ah~ halo, aku Hibiya, siapa ini......”
"Lambat banget."
Aku baru mau menjawab dengan kasar  pada orang ini, tetapi aku jadi ragu untuk menjawab orang yang sangat tak diduga ini dengan kasar.
Pada saat yang sama, ‘suara’ orang itu yang baru saja mengatakan kalimat yang sangat pendek, memberikanku pengaruh yang sangat sangat kuat sampai aku tidak terlalu berpikir kelakuan seperti apa yang dia buat.
“Eh? Apa....”
“Kubilang kamu lambat banget. Aku berdiri terus sambil manggil kamu. Jadi aku sekarang capek banget.”
Sikap ini, suara ini, tidak salah lagi. Aku benar-benar yakin.
Si satu-satunya Hiyori Asahina, dengan sikap angkuhnya yang tiada tara, di ujung lain telepon.
“Siapapun dengar? Halo~ Apakah ada orang disana.....”
“AHHH?? Asahina-san?? A, AKU MENDENGARKAN!! YAAA AKU MENDENGARKAN DENGAN SEKSAMA!!”
Menemui situasi seperti ini, otakku berhenti bekerja.
“Ke, kenapa kau gembira, dasar menjijikkan.... Ah~ terserahlah. Aku mempunyai sesuatu yang ingin kubicarakan sama kamu.”
“Bi-bicarakan???”
“Yup, bicarakan. Atau lebih tepatnya, perjanjian? Apapun itu.”
Siapa yang bisa menebak perkembangan seperti ini? Aku yang dulunya naik bus itu. Aku yang dulunya berpikir, “Aku pengen....”
SEKARANG JADI KENYATAAN, YES!
Tapi, kenapa membicarakan sesuatu pada saat tengah malam.
“Kalau kau pengen menemuiku tidak masalah, aku akan sangat menerimamu.....Ah, tidak apa, tidak masalah. Ngomong-ngomong, apa yang ingin dibicarakan?”
“Kau menjatuhkan pass-mu kan? Aku menemukannya di koridor sekolah hari ini, ada namamu tertulis di situ.”
Ini adalah alasan yang sangat mudah dimengerti. Aku pada saat itu sedang memikirkan pembuatan ‘Boneka Suara Hiyori’ sampai-sampai aku lupa pass-ku sama sekali, dan sekarang itu telah ditemukan dengan cara yang tidak diduga.
Oh, tunggu dulu, ini seharusnya kesalahan Pak Supir.
Aku benar-benar ingin melupakan apapun tentang supir sialan itu sampai-sampai aku jadi menghapus ingatanku tentang pass juga.
Tapi sekarang, aku sudah menemukannya. 
Dan karena itu juga, dia dengan sengaja menelponku karena telah menemukan pass-ku. Benar-benar orang yang baik. Sudah kuketahui, Hiyori Asahina adalah MALAIKAT...
...Tunggu sebentar.
Aku merasa seperti melupakan sesuatu. Sesuatu yang sangat.....
—Sebelum pergi ke sekolah, aku akan dengan ketat kembali memilih ‘foto Hiyori’ terbaik yang paling kusuka, dengan hati-hati aku memasukkannya ke dalam kantong passholder-ku, dan pergi ke sekolah dengan senyuman.—
"…Hei, kamu dengar enggak sih?? Kamu yang gagap-gagap gitu dari tadi bikin aku kesal. Oh lalu, di dalam passnya……"
"OH BUKAN, ITU BUKAN MILIKKU."
"Hah?"
Keadaanku sudah sampai pada saat dimana keringatku bisa berkumpul menjadi genangan air dan keluar seperti ombak besar.
Otakku terus berkata ‘Matiakumatiakumatiakumatiakumatiaku’ sampai festival ‘Matiaku’ dimulai dengan megah, dan di menara yang ada di tengah festival, Hibiya Amamiya berada disitu, di paku ke tiang dengan leher diletakkan di alat pemenggal kepala.
Mati aku.
BENAR-BENAR MATI.
Kebetulan sekali, foto yang kuletakkan di passholdernya hari ini adalah roknya yang sedikit terangkat angin musim semi, sedikit kotor, BENAR-BENAR BUKAN GAMBAR YANG BAGUS UNTUK DILIHAT OLEH ORANG LAIN!
Aku masih bisa menghidupi hidupku dengan gambar itu di pass-ku, tapi sekarang orangnya sendiri menemukannya. Semuanya berakhir. Telah berakhir.
‘Boneka Suara Hiyori’ berkata, “dasar bego”. Ini benar-benar kekalahan pada diri sendiri.
Jika aku tidak melakukan sesuatu..... apa yang harus kulakukan......
“Bagaimana bisa? Namamu tertera disitu dengan jelas. Hei, kamu kan gak sadar ngejatuhin pass-mu..... Gimana kamu bisa turun dari bus?”
“Mu-mungkin ada seseorang yang punya nama yang sama denganku~~ LIHAT! Kau bisa dengan mudah mencari siapapun yang mempunyai nama Hibiya Amamiya, kaaaaaaan."
“Kayaknya gak ada orang yang punya nama seaneh itu selain kamu. Kembali ke topik. Benda yang ada di dalam passholder....”
Terlambat. Datanglah klimaks festival ‘Matiaku’.
Di menara, laki-laki berotot dengan muka yang ditutupi, memakai fundoshi, mengambil pisau besar dan mengarah ke tali yang ada di alat pemenggal kepala, tali yang mengerat bersuara ‘gachi! gachi!’.
Dan disitu Hibiya Amamiya memasang muka yang bahagia seperti telah mengetahui itu adalah salahnya.
Tidak berguna, aku tidak bisa menyembunyikannya lagi. Paling tidak aku harus berusaha membela diriku.
"Ahh, AHHHH emang benar!!! Aku tau itu mungkin saja. Paling tidak aku bisa membayangkannya kan????"
Aku sebenarnya ingin mengatakan perasaanku yang sejujurnya, tapi aku tidak tau mengapa aku mengatakannya dengan sangat aneh.

Aku tau aku bersalah, tapi paling tidak aku harus membela diriku sedikit, kan?
 
“Ehh, kenapa gelisah banget?? Menjijikkan banget, deh.”
Daaaaaaaan seperti biasanya pikiranku dengan mudah hancur menjadi debu.
Air mata terakhirku dari kehidupan fans Asahina, perlahan mengalir di pipiku.
 Aku menutup mataku memikirkan para laki-laki itu menjadi orang lemah sepertiku sekarang, mengapung di udara, telanjang, dan menyambutku.

Maaf karena telah berpikir kalian adalah orang bodoh, bawa aku juga, kumohon.

Dan paling tidak biarkanlah aku membawa boneka-boneka dan foto-fotoku.

Saat aku memikirkan khayalan-khayalan norak itu, mempercantik tampilan kematianku, Hiyori Asahina mengatakan sesuatu yang sangat tidak diduga.

"Apanya yang gak mungkin, kenapa kamu terdengar terpaksa kayak gitu?? Aku sudah sengaja menelponmu buat bantuin kamu mendapatkan ini.”

"Eh?"

Jawabannya ini telah menjadi TOP 3 kejadian paling mengerikan yang kualami pada tahun ini, dan aku tidak mengerti sama sekali.

Tapi aku benar-benar mendengar kata “bantuin kamu mendapatkan ini.”APA YANG TERJADI?!

“Membantuku mendapatkan.....jangan bilang ini.......”

“Eyy, maksudku secara tidak langsung okeee. Aku mengerti semangatmu, karena itulah aku bilang aku akan bantuin kamu, oke?”

Pada festival ‘Matiaku’ di otakku, menara yang ada di tengah langsung meledak menjadi debu.

Hibiya Amamiya yang terpaku tiba-tiba, seperti telah bangkit dengan kekuatan yang luar biasa, mengumpulkan nafasnya, mengambil pedang yang ada di pemenggal kepala, dan dengan mudah membengkokkan itu menjadi sepotong besi tak berguna.

“Be-BEBENARKAAAH??!! Eh, EeEhHhH BENERAN??!! BETULAN??!! EEEHHH AKU BENERAN BISAAA??!!"

“Suaramu terlalu nyaring, ughh ribut amat dan menjijikkan banget!! Jangan buat aku mengulanginya lagi. Okeee?”

“Si, siap!!”

“Bagus. Ugh, sudahlah. Aku sudah tahu kamu bakal bersikap kayak gitu. Yah, kamu emang pengen itu banget ya? Kamu selalu mikirin itu terus, ya?”

Karena pembicaraan tidak diduga ini, hatiku berdebar-debar dengan keras. Sepertinya hari ini adalah hari dimana hatiku jadi sibuk, ya.

“Pengen?!” Tidak apakah mengatakan hal seperti itu?! Kupikir moral zaman sekarang tidak memperbolehkan hal seperti ini??!!

Tidaktidaktidak, apa yang kupikirkan. Aku seharusnya tidak melakukan hal yang tidak bijaksana seperti itu.

Kalau aku melakukannya aku akan terlihat seperti monyet dan itu tidak bagus....

“Ahh, aku sangat menginginkannya.”

Daaaaan setelah berpikir keras, Hibiya Amamiya memutuskan untuk menikmatinya seperti monyet.

Siapa yang ingin menjadi anak baik-baik jika ada kesempatan besar di depanmu.

Aahh!? Tidak cocok untukku?! SIAPA PEDULI!!

“Yup, sampai-sampai kamu meletakkannya di dalam passholder-mu huh. Aku tahu kamu sangat menginginkannya. Yah, aku akan bantu kamu mendapatkannya.”

“Bi, bisakah.....?! Benarkah.....?!”

Pada waktu itu keringatku dengan indah tertutupi dengan mimisan.

Para pria telanjang yang bersiap menyambutku mulai melototiku, tentu saja aku tidak peduli dengan mereka. Dasar monster. Pergi sana.

“Dengan satu syarat. Ah, perjanjian yang kukatakan sebelumnya. Aku pengen kamu bantuin aku mendapatkan keinginanku.”

Hiyori mengatakan itu dengan santai. Biasanya jika membicarakan hal seperti ini, seharusnya dia sedikit malu. 
Ah tidak, aku saja yang ketinggalan zaman, cinta zaman sekarang telah menjadi lebih agresif daripada yang kuketahui.

Tapi menurut trend saat ini, itu hanyalah penampilan luar. Yup, dia pasti merasa malu sekarang. Sebagai laki-laki aku harus memimpinnya.

“Tentu saja tidak apa! Asalkan aku bisa melakukannya, tidak apa! Serahkan semuanya padaku! Jadi, apa keinginanmu?”

“Kamu, kamu kedengarannya semangat sekali ya....hei, aku tahu ini perjanjian, tapi intinya ini untuk mendapatkan ‘keinginan terdalam’-mu. Hei, liburan ini kamu kosong?”

“Aku kosong! Yup! Aku hanya membantu di rumah, tidak ada janji sama sekali!”

“O, oke, begitu ya. Jadi aku pengen kamu mengosongkan semua waktumu saat liburan musm panas. Kita bakal pergi ke kota. Ah, cuma kita berdua.”

“Eh?”

Biarpun aku sudah bersiap menghadapi permintaan yang sulit kapanpun, tapi apa yang Hiyori minta terlalu extreme.

Kalau misalnya dia meminta “Ayo nge-date disekitar sini”, itu masih bisa diterima, atau permintaan seperti “Hei, aku telah menemukan lembah yang indah, ayo kita kesitu dan makan onigiri” saja akan membuatku sangat bahagia. Tapi dia mengatakan “Pergi ke kota”di desa seperti ini, bahkan anak SMA tidak akan pernah meminta hal seperti itu.

Apalagi dia bilang “cuma kita berdua”. Wow, dia sangat berani, ya? Tapi permintaan dia ini membuatku sulit untuk menjawabnya.....


“Ke, kenapa ke kota? Dan juga, cuma kita berdua....”
 
“Tidak ada apa-apa, aku cuma mau membeli sesuatu disitu juga jadi aku memutuskan melakukannya, dan juga, aku kekurangan ‘pesuruh’. Jadi aku ngundang kamu. Kenapa? Kamu nggak mau ikut sama aku?”

“Te, tentu saja aku mau!! Tapi....orang tuaku sangat ketat.....jadi biaya perjalanannya....”

“Kamu nggak usah khawatir soal itu. Karena orangtuaku kaya, aku bisa membantumu soal itu. Hei, aku juga mau pergi tanpa ketahuan orangtuaku..... Ah! Tentu aja kamu harus merahasiakan hal ini. Jangan bilang siapa-siapa. Oke?”

Begitu toh, fakta bahwa Hiyori itu kaya sudah terkenal di sekitar sini, jadi kutebak akan mudah membayar ongkos perjalanan untuk dua orang anak.

“Bahkan orang tua?!”

“Yup. Dan juga dengan itu akan lebih mudah buat kamu mendapatkan ‘keinginanmu yang terdalam’ kan? Karena orang tuamu ketat banget.”

Dia benar. Jika aku mengatakan kalau aku akan pergi didampingi seorang cewek, aku tidak akan pernah diperbolehkan dan itu akan menjadi sesuatu yang mustahil. ‘Bersembunyi dari orang tuamu, berkelana bersama gadis yang kau suka’ yah, itu akan benar-benar mengabulkan ‘keinginanku yang terdalam’.

Tapi..

Jika untuk membeli sesuatu, kenapa dia tidak meminta orang tuanya saja?

Untuk mendapatkan keinginanku yang terdalam....itu masih tidak masuk akal biarpun itu digunakan sebagai alasannya. Bahkan jika date-nya gak di kota tapi di desa, aku sudah merasa puas dengan itu.

Kenapa sangat berani, sampai dia ingin pergi bersamaku sendirian. Untuk pertanyaan ini, aku hanya punya satu jawaban yang muncul di otakku.

“.........Dia sangat terpesona denganku sampai jadi seperti ini.”

 “Eh? Apa kau bilang?”

“Ah, ah~ tidak, aku tidak mengatakan apa-apa! Yup!”

Bersamaan aku tenggelam ke pikiranku yang narsis, aku tiba-tiba terbangun.

Singkatnya, Hiyori Asahina sangat terpesona denganku sampai-sampai tidak ada lagi yang bisa menolongnya.

Saat dia memikirkanku pagi-siang-malam, dia tanpa sengaja menemukan pass-ku dengan fotonya di dalam, jadinya dia menggunakan ‘pembicaraan’ dan ‘perjanjian’ ini sebagai alasan untuk mendekatiku.

Aku merasa diluar dia mengatakan "bantuin kamu mendapatkan itu", tapi dalam hatinya dia ingin memelukku sekarang.

Menginginkan ‘perjalanan yang jauh dengan cuma dengan kita berdua’ sudah jadi bukti yang paling tepat. 
Mengatakan sesuatu seperti ‘pesuruh’, sebenarnya hanya untuk menutupi perasaan malunya ya.

“Aku mengerti sekarang, perasaanmu, aku terima itu.....!”

“Se-serasa menjijikkan banget.....dengar yah! Kamu juga harus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan keinginanku, oke? Kalau kamu nggak berguna, aku langsung kirim kamu pulang.”

Sikap Hiyori Asahina tetap dingin dan kaku, tapi saat aku memikirkan itu sebagai cara dia menunjukkan perasaan cintanya, kurasa itu sangat imut.

Tapi, apa yang sangat dia inginkan?

Biarpun itu mungkin saja hanya alasan......

“Ah, ya! Tentu...... tapi apa yang sebenarnya kau inginkan?”

“Eh? Tanda tangan dari artis baru yang populer. Kamu pernah liat dia kan?! ‘Si manis 16 tahun yang bisa mencuri hatimu!’ yang ada di CM. Aku sukaaaaa banget sama dia~ BENAR-BENAR SANGAT IMUUUUT KAAN?!”

“Ah, enggak, aku enggak nonton TV jadi aku nggak ta.......Oooh~ Begitu yah....."

Tiba-tiba perasaanku jatuh.

Saat Hiyori membicarakan tentang artis itu, intonasinya langsung jadi semangat sekali, sedangkan untukku yang dengan bahagia berpikir ‘kami akan nge-date ke tempat yang sangat jauh’ dan lalu dipampangkan dengan kebenaran yang menyakitkan, itu sudah cukup.

Kalau dipikirkan lagi, tentu saja. Tujuan pertamanya tidak mungkin menghabiskan waktu denganku. Tetaplah bermimpi, nak.

Dan juga, aku tidak tau siapa artis itu, tapi karena dia bisa mencuri hati Hiyori sampai segitunya, serasa agak seram.

“Ta, tapi, mendapatkan tanda tangan selebriti seperti itu tidak mudah, kan.....”

"Heheheh. Biasanya gitu. Tapi kalau sekarang ada kesempatan."

“Kesempatan? Maksudmu seperti tiket untuk sesi tanda tangan?”

“Oh tidak bukan. Dan juga, artis itu tidak pernah melakukan sesi tanda tangan sebelumnya. Kupikir itu karena popularitasnya terlalu tinggi, sampai-sampai setiap kali dia pergi kemana-mana dia selalu dikerumuni oleh fansnya. Dia benar-benar hebat.”

Artis baru yang kepopulerannya sangat tinggi sampai-sampai dia tidak bisa mengatur sesi tanda tangan, kecantikan seperti apa itu.

Tidak, aku tidak berpikir dia seseorang yang sehebat itu.

Tidak ada gadis di dunia ini yang bisa secantik Hiyori.

Tapi, jika tidak ada sesi tanda tangan, bukannya lebih sulit untuk mendapatkan tanda tangannya?

Kuharap dia tidak mengatakan sesuatu seperti, “Kamu harus mendapatkan itu untukku apapun yang terjadi.”

“Heh, sebenarnya kakak iparku adalah guru sekolahnya. Artis sebagai murid, bayangkan! Tadi dia menelponku dan berkata 'Aku akan membantumu mendapatkan tanda tangannya, kenapa kau tidak main kesini pas obon.' Jadiiii, aku berharap pergi kesitu sekaligus bermain dan menjadikannya piknik, tapi orangtuaku marah dan berkata 'Kamu bahkan tidak peduli dengan pelajaran, tapi kamu mau main terus!' kayak gitu."

“Karena itulah kau menyembunyikan perjalanan ini dari orang tuamu....”

“Yup, dan cuma itu aja. Itu akan menjadi pengalaman pertamaku pergi sendirian ke kota, jadi kupikir kalau kamu bisa bantuin aku ngangkat barang-barangku, kenapa enggak. Ngerti?”

Jika seperti itu, biarpun dia mengatakan hal aneh seperti “Cuma kita berdua pergian jalan-jalan” itu dimengerti.

Karena dia mempunyai kenalan yang dekat dengan artis itu, mungkin tanda tangannya akan mudah didapatkan, akomodasinya juga tidak ada masalah.

Jika begitu.....

“Ar, artinya keperluanku untuk pergi bersamamu......apakah ada?”

“Uh, nggak, tapi, jika ada mungkin itu karena kamu sepertinya yang paling mau dengerin perintahku.”

Dan aku bisa merasakan sesuatu yang tajam menusuk hatiku. Di depan sikap santai Hiyori Asahina, Hibiya Amamiya yang berpikir “dia sangat terpesona denganku....” senyumannya langsung menghilang.

Dengan kata lain, dari dalam Hiyori sama sekali tidak mempunyai perasaan kepadaku.

Di festival ‘Matiaku’ di otakku, Hibiya yang hebat terus menerus menyobek topeng dari pria-pria bertopeng, sekali lagi menyobek tontonan yang bisa membunuh itu menjadi berkeping-keping, dia lalu tiba-tiba membungkuk dan berlutut di tanah.

“Tapi...kupikir kau mau mengabulkan permohonanku...bukannya itu yang kau mau??!! Bagaimana bisa hal seperti itu jadi...”

“Seperti yang kubilang, apa yang kamu bicarakan sejak tadi? Aku cuman nemanin kamu beli handphone, sama sekali gak ada hubungannya sama keinginanku. Okeeeee?”

HANDPHONE?

Kenapa tiba-tiba membicarakan Handphone. Rasanya aku gak ada mengatakan apa-apa tentang handphone pas pembicaraan kami.

Tunggu.

Biarkan aku menganalisa semua pembicaraan kami sedikit demi sedikit.

Hiyori Asahina menemukan passholder-ku dengan fotonya di dalamn. Lalu dia mengatakan “Aku tau kamu sangat menginginkannya. Yah, aku akan bantu kamu mendapatkan itu” 

Lalu dia mengatakan kata-kata yang tidak terlupakan “Kamu emang pengen itu banget, huh? Kamu selalu mikirin itu terus ya?” Tidak, aku tidakkan pernah melupakannya.

Jadi kenapa membicarakan soal HP.....

"…………………Ah."

Otakku mengeluarkan yang hipotesis yang sangat buruk, seperti yang kupikirkan.

Dan hipotesis ini seperti bagian yang hilang dari teka-teki silang, dan itu sudah cukup untuk menghapuskan semua kegemparan pada situasi ini.

Aku tanpa sadar melihat ke cermin besar yang ada di koridor, dan tentu saja disitu terlihat aku yang tetap sama setelah aku pulang sekolah.

Aku cepat-cepat memasukkan tanganku ke kantong dadaku dimana aku biasanya meletakkan pass-ku dan sadar, benda itu yang biasanya kuletakkan di dalam kantongku, telah hilang.

“Kamu pengen banget HP sampar-sampai kamu memotong iklannya dan menyimpannya di passholder-mu ya. Aku sudah bilang aku sengaja bawa kamu buat dapetin keinginanmu, kenapa kamu malah berdebat sama aku?”

Pada saat itu, kesalahpahaman yang sangat bodoh itu akhirnya selesai, perasaanku yang sudah bahagia tiba-tiba turun drastis jatuh ke tanah.

Apa yang dilihat Hiyori Asahina bukan fotonya.

Berharap aku suatu hari nanti bisa berbicara dengannya, aku tanpa sadar memasukkannya di dalam kantongku, iklan itu yang dari departemen store, tercetak di sana diskon buat HP.

Kenapa aku tidak menyadarinya sampai sekarang.

Memang aku jadi tidak yakin saat dia menelponku.

Tapi kesalahpahaman seperti ini sangatlah kejam.

Emangnya apa “Dia pasti CEWE PEMALU.” Apa “Aku sangat menginginkannya." Mati saja sana hidung belang tidak tahu malu.

Saat aku mengingat semuanya tadi, aku tidak bisa menghentikan diriku berteriak.

“UwaaaAAAAAAHHHHHHHH!!!!!!"

Aku merasa ingin menghantam kepalaku ke tiang sekarang, tapi kalau dipikir lagi, ada satu pertanyaan penting yang belum dijelaskan.

“....................Apakah ada sesuatu disitu selain iklan itu?”

Kutanya, gemetaran, tapi Hiyori menghela napas seperti dia tidak bisa mengatakan apa-apa, dan dengan dingin menjawab.

“Apakah itu penting? Gak ada apa-apa selain iklan itu.....Kenapa? Apakah seharusnya ada sesuatu yang penting disitu?”

“Ya, iya. Erm......”

SUDAH KUDUGA. Foto itu tidak ada di tangan Hiyori sama sekali.

Pantas saja. Kalau dia menemukan foto itu, dia tidak akan menelponku, malahan dia akan menelpon cabang kejahatan remaja di kantor polisi.

Tapi, kalau dipikir-pikir. Di sekolah, semakin dekat dengan Hiyori, semakin banyak fans Asahina yang akan memusuhi.

—Cukup lempar batu dan kau bisa mengenai fans Asahina—

Dan karena itulah.

Jika misalnya, salah satu dari serigala lapar sebelum Hiyori datang menemukan passholder-ku dengan foto yang kupilih dengan teliti, si fans Asahina yang profesional, apa yang akan dia lakukan?

Jawabannya sudah jelas.

Dia pasti mengambil fotonya dan membuang passholder-ku ke tempatnya yang semula. Pass yang hanya bisa digunakan di desa kecil seperti ini, sama sekali tidak berguna.

Ditambah lagi, ada namaku tertera di sana. Jika dia mengambil itu yang bisa meninggalkan petunjuk, akan buruk untuknya.

Jika cuma foto, tidak peduli jika dicuri.

Benda yang bisa mengakibatkan perselisihan seperti itu, jika aku melaporkannya ke polisi dan mengatakan. “Aku kehilangan sesuatu yang sangat sulit kutemukan”

Aku malah akan dibawa ke departemen kejahatan remaja.

Tentu saja aku tidak akan bertanya ke siapa-siapa tentang itu.

Biarpun itu dicuri itu tidak apa, masih biasa. Mungkin karena passholder-ku mempunyai dua lipatan, aku tanpa sengaja meletakkan iklanku di situ.

Atau mungkin, Si Serigala fans Asahina itu melihatnya duluan, dan menempatkan iklan itu dengan hati-hati ke dalam passholder-ku.

Aku benar-benar marah karena dia mungkin mengambil photo itu dan memperlihatkannya kemana-mana, tapi diwaktu yang sama aku berterima kasih juga.

Hanya memikirkan kemungkinan aku bisa didakwa kalau kecanduan seksualku ketahuan oleh Hiyori, aku merasa telah terselamatkan karena itu.

Memikirkan apa yang akan terjadi jika ini terjadi, perutku serasa dikocok-kocok.

Yah, sepertinya aku akan memakan makanan dipenjara selama beberapa tahun, ya.

“Begitu toh.......jadinya itu yang terjadi.......”

Aku bersandar di meja dimana telepon itu diletakkan, masih memegang penerimanya, dan perlahan duduk di lantai.

“A, aku merasa kamu sangatlah aneh.....”

"Ah~ ya. Aku tau ini sangatlah aneh. Maaf."

Kesimpulan, semua ini adalah kesalahpahaman, dan semuanya hanyalah khayalan norakku belaka.

Biarpun aku terlempar oleh perpisahanku dengan kebahagiaanku tadi sampai-sampai aku tidak bisa berdiri kembali, anehnya aku merasa lega.

Pada akhirnya semua cuma kastil di atas udara. Sudah kuduga, Hiyori Asahina adalah bunga cantik yang langka yang tidak bisa disentuh oleh orang sepertiku.

Dan karena aku sudah tau tentang itu, aku terus-menerus menghayal, tapi melihat kemungkinan besar ini, dan tiba-tiba dihancurkan. Aku kembali lagi melihat kebenarannya.

“Jadi? Kamu mau pergi ato enggak?”

"AH!"

Kata Hiyori, seperti ingin berkelahi, tetapi masih tetap menunggu jawabanku. Hatiku yang dingin kembali berdetak dengan kencang.

Benar juga. Ini masih belum berakhir.

Sekarang, kesempatannya ada tepat di depanku, seperti keajaiban.

Biarpun itu cuma kesalahpahaman, biarpun aku telah terlalu tergesa-gesa dengan Hiyori. Sekarang, dia seperti tidak terlalu jauh dariku.

Dengan tanganku yang tidak memegang telponnya, aku mengangkat badanku dan berdiri.

“Tentu saja aku ikut. Ayo berlibur musim panas yang menyenangkan bersama.”

Biarpun ini cuma kebetulan ataupun keberuntungan, tidak masalah. Apapun yang terjadi, asalkan aku tidak menyerah, aku pasti bisa menyampaikan perasaanku kepadanya.

"Mhmm. Oke deh, aku akan membawamu, jadi selalu siap ya. Kita akan mulai merencanakannya besok. Ngerti?"

"Siap! Mohon bantuannya!"

"Ya. Mohon bantuannya juga. Dah."

Tut tut. Suara Hiyori terputus.

Untuk mengistirahatkan badanku yang tegang karena suasana, aku mengeluarkan napas lega.

Saat aku melihat ke pintu masuk, aku merasakan dorongan aneh untuk menghirup udara luar.

Aku berjalan melewati koridor, memakai sepatu usangku dan berjalan ke pintu masuk. Udara dingin yang bercampur dengan aroma rumput musim panas berhembus.

Musim panas akan datang. Petualangan yang hanya kami saja yang tahu akan datang sebentar lagi.

Perasaan bahagiaku masih belum tenang, bersamaan aku diam-diam menuangkan harapanku ke bulan purnama yang jauh, berharap musim panas yang akan datang nanti akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.

 \(^o^)/  
Translator Note
Yuuyake Koyake versi Miku Hatsune
Yuuyake Koyake(Cahaya Senja) adalah lagu anak-anak di Jepang
Festival Obon = Festival untuk memperingati pemboman Hiroshima-Nagasaki
Ikebana = seni merangkai bunga
Fundoshi = Celana Dalam Tradisional Pria Jepang
Onigiri = Nasi Kepal


Sumber: http://kaorihikari.blogspot.com/2013/06/kagerou-daze-01-part-1.html
Translation Credit is back to the owner (Kaori Hikari) 

Konoha no Sekai Jijou Light Novel


Keadaan Dunia Konoha
Disebuah kanvas biru bernama langit dimana awan-awan putih saling bergerumul seperti kapas.

Meskipun semua ini terlihat seperti sebuah kebohongan—yang sangat disayangkan adalah sebuah fakta—aku tetap menolak untuk menerima semua ini sebagai sebuah kenyataan.
Terik sinar mentari serasa membakar jalanan—samar-samar menimbulkan fatamorgana ditengah siang bolong.
Meskipun begitu, aku sudah tidak bisa merasakan lagi semua itu... panasnya cahaya mentari.. maupun aroma aspal yang terbakar oleh sang mentari.
"Sekarang kamu menyadarinya, bukan? Ini bukanlah tempatmu berada. Di dunia tanpa ratu ini, kamu bukanlah apa-apa."
"Ah, kau lagi? Aku tidak mengerti kenapa kau bisa berpikir seperti itu…."
Apakah ini bisa disebut sebagai sebuah pembicaraan—dimana aku hanya mendengar suara-suara tanpa memiliki sosok? Ataukah aku hanya berbicara pada diriku sendiri?
Paling tidak, setelah sekian lama suara itu menghantuiku kini aku mulai mengerti apa yang dia katakan.
Namun jika aku kembali sekarang, pasti aku akan melupakannya.
Aku merasa malu karena kemampuan berbicaraku menjadi lebih lambat dari sebelumnya.
Pohon yang berjejer disepanjang trotoar—tepat di depan persimpangan seorang gadis dengan ekspresi sayu terlukis diwajahnya sedang berjalan dengan sempoyongan melewati jalur penyebrangan.
Sudah berapa kali aku melihat semua ini? Tak terhitung lagi.. dan sudah berapa kali pula kubiarkan semua itu terjadi?
Untuk kesekian kalinya kuulurkan tanganku padanya, yang sudah berada pada area jangkauanku.
"Itu tidak berguna. Ini bukan duniamu. Ini sudah dunia ‘mereka’. Tentunya kamu sudah mengerti bahwa semua yang kamu lakukan tidak ada gunanya.”
Lampu merah menyala menandakan bahwa para pejalan kaki dilarang menyeberang untuk beberapa saat, namun gadis itu tidak memperhatikannya.
Hingga akhirnya dia berada tepat dihadapanku... sangat dekat seolah aku hanya perlu mengulurkan tanganku agar bisa memeluknya.
Namun itu hanyalah harapan kosong. Ia terus berjalan melaluiku.. menembus tangan yang kuulurkan untuknya, aku bagaikan menggapai udara yang tak terlihat.
"Kenapa... ?!"
Dan ‘insiden’ itu kembali terjadi disertai jeritan yang memekikkan telinga.
Seperti kaset video yang rusak, pandangan didepanku perlahan ditelan kegelapan—hingga akhirnya lenyap.
Saat aku menundukkan kepala, badanku juga perlahan mulai lenyap.
"Sepertinya ‘itu’ sudah ditentukan dan ini pun akan berakhir. Kamu tersesat kesini dan bertingkah ceroboh, tapi kamu masih bisa berada disini—jangan kamu pikir itu karena kekuatanmu."
"Jadi ini kekuatanmu? Memberikan tubuh yang kuat ini padaku, baik sekali."
"Itu adalah tubuh yang kamu inginkan, itu saja. Jangan salah sangka. Sekarang, kembalilah."
"Ah, anu, sebelum aku menghilang. Bisakah kamu katakan ini kepadaku diriku yang satu lagi?"
"Apa?"
"ⅹⅹⅹⅹⅹⅹⅹⅹⅹⅹⅹⅹ"
"……..Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa."
"Tidak apa. Terima kasih untuk semuanya."
Sepertinya ini sudah berakhir, pada akhirnya aku tetap saja tidak bisa melakukan segalanya dengan cepat.
Ah, jika permohonanku bisa dikabulkan sekali lagi...
Aku ingin mengatakan sesuatu pada dia yang selalu memukul diriku yang lamban ini…..

。・゚゚・(>д<)・゚゚・。

Sabtu, 24 Agustus 2013

Lirik Lagu Heat-Haze Days (カゲロウデイズ Kagerou Days)


ini lagu pertamanya,
Kagerou Days (Hari Panas Berkabut)
check this out! (terjemahan diharap menunggu)


KanjiRomaji
8月15日の午後12時半くらいのことHachigatsu juugonichi no gogo juunijihan kurai no koto
天気が良いTenki ga ii
病気になりそうなほど眩しい日差しの中Byouki ni narisou na hodo mabushii hizashi no naka
することも無いから君と 駄弁 (だべ)っていたSuru koto mo nai kara kimi to dabetteita
「でもまぁ夏は嫌いかな」猫を撫でながら"Demo maa natsu wa kirai kana" neko o nadenagara
君はふてぶてしくつぶやいたKimi wa futebuteshiku tsubuyaita
あぁ、逃げ出した猫の後を追いかけてAa, nigedashita neko no ato o oikakete
飛び込んでしまったのは赤に変わった信号機Tobikonde shimatta no wa aka ni kawatta shingouki
バッと通ったトラックが君を轢きずって鳴き叫ぶBatto toota TORAKKU ga kimi o hikizutte nakisakebu
血飛沫の色、君の香りと混ざり合ってむせ返ったChi shibuki no iro, kimi no kaori to mazariatte musekaetta
嘘みたいな 陽炎 (かげろう)が「嘘じゃないぞ」って 嗤 (わら)ってるUso mitai na kagerou ga "Uso ja nai zo" tte waratteru
夏の水色、かき回すような蝉の 音 (ね)に全て 眩 (くら)んだNatsu no mizu-iro, kakimawasu you na semi no ne ni subete kuranda
目を覚ました時計の針が鳴り響くベッドでMe o samashita tokei no hari ga narihibiku BEDDO de
今は何時?Ima wa nanji?
8月14日の午前12時過ぎ位を指すHachigatsu juuyonka no gozen juuniji sugi kurai o sasu
やけに 煩 (うるさ)い蝉の声覚えていたYake ni urusai semi no oto oboeteita
でもさぁ、少し不思議だな。Demo saa, sukoshi fushigi da na.
同じ公園で昨日見た夢を思い出したOnaji kouen de kinou mita yume o omoidashita
「もう今日は帰ろうか」道に抜けた時"Mou kyou wa kaerou ka" michi ni nuketa toki
周りの人は皆上を見上げ口を開けていたMawari no hito wa minna ue o miage kuchi o aketeita
落下してきた鉄柱が君を貫いて突き刺さるRakka shite kita tecchuu ga kimi o tsuranuite tsukisasaru
劈 (つんざ)く悲鳴と風鈴の音が木々の隙間で空廻りTsunzaku himei to fuurin no ne ga kigi no sukima de karamawari
ワザとらしい陽炎が「夢じゃないぞ」って嗤ってるWazatorashii kagerou ga "Yume ja nai zo" tte waratteru
眩む視界に君の横顔、笑っているような気がしたKuramu shikai ni kimi no yokogao, waratteiru you na kigashita
何度世界が眩んでも陽炎が嗤って奪い去る。Nando sekai ga kurande mo kagerou ga waratte ubaisaru.
繰り返して何十\年。もうとっくに気が付いていたろ。Kurikaeshite nanjuunen. mou tokku ni ki ga tsuiteitaro.
こんなよくある話なら結末はきっと1つだけ。Konna yoku aru hanashi nara ketsumatsu wa kitto hitotsu dake.
繰り返した夏の日の向こう。Kurikaeshita natsu no hi no mukou.
バッと押しのけ飛び込んだ、瞬間トラックにぶち当たるBatto oshinoke tobikonda, shunkan TORAKKU ni buchiataru
血飛沫の色、君の瞳と軋む体に乱反射してChi shibuki no iro, kimi no hitomi to kishimu karada ni ranhansha shite
文句ありげな陽炎に「ざまぁみろよ」って笑ったらMonku arige na kagerou ni "Zamaa miro yo" tte warattara
実によく在る夏の日のこと。Jitsu ni yoku aru natsu no hi no koto.
そんな何かがここで終わった。Sonna nanika ga koko de owatta.
目を覚ました8月14日のベッドの上Me o samashita hachigatsu juuyonka no BEDDO no ue
少女はただShoujo wa tada
「またダメだったよ」と一人猫を抱きかかえてた"Mata dame datta yo" to hitori neko o dakikakaeteta

Lirik Lagu Night Talk Deceive (夜咄ディセイブ Yobanashi Diseibu)


nah, kali ini lirik lagu Yobanashi Deceive...
Cerita Malam Menipu, atau singkatnya CMM
untuk terjemahannya akan menyusul...
mohon ditunggu~ :3

KanjiRomaji
“嘘をつくのは得意なんだ” "Uso o tsuku no wa tokui nanda"
“でも、本音は少し苦手でさ” "Demo, honne wa sukoshi nigate de sa"
“可笑しいね、いつだってさ” "Okashī ne, itsudatte sa"
“本当の咄が、一番嘘臭いんだよ”"Hontō no hanashi ga, ichiban uso kusainda yo"


ビバップな浮遊感 夜が次第に乱反射して Bipappu na fuyū-kan yoru ga shidai ni ranhanshashite
ツービートで光って たまには愚痴っちゃって良いかな Tsūbīto de hikatte tama ni wa guchichatte ii ka na
ねえ、ちょっと話そうか 馬鹿な自傷症性なんだけど、Nē, chotto hanasou ka baka na jishō shōshō nan dakedo,
もうなんか収まらない ネタ話だって体で一つどう?Mō nanka osamaranai netabanashi datte tei de hitotsu dō?


じゃあ、ちょっと喋ろうか。 僕の非凡でいて妙なとこ Jaa, chotto shaberou ka. Boku no heibon de ite myou na koto
平凡を装った 僕がずっと悩んでいる事 Heibon o yosotta boku ga zutto nayandeiru koto
十年は経ちそうな ある日、『怪物』の声がして Juunen wa tachisou na aru hi, "kaibutsu" no koe ga shite
心臓を飲み込んだ 『嘘をつき続けろ』ってさShinzou o nomikonda "Uso o tsuki tsuzukero" tte sa


それ以来、僕は嘘つきで Sore irai, boku wa usotsuki de
騙せない人や物も無くなって Damasenai hito ya mono mo nakunatte
『怪物』に成り果てちゃってさ "Kaibutsu" ni narihatechatte sa
・・・ああ、ごめんね 泣かないで! 全部法螺話だよ?...Aa, gomen ne nakanaide! Zenbu horabanashi da yo?


オーマイダーティ! なんて醜態! 僕は誤摩化す OOMAIDATATI! Nante shuutai! Boku wa gomakasu
なんて言ったってこの本心は不気味じゃない?Nante ittatte kono honshin wa bukimi janai?
偽って そっぽ向いて 嘘を重ねて  Itsuwatte soppo muite uso o kasanete
僕は今日もまた 徒然、嘲笑うBoku wa kyou mo mata tsurezure azawarau


ビバップ、消えそうな 夜が嫌いそうな少女にも BIBAPPU, kiesou na yoru ga kiraisaou na shoujo ni mo
ツービート、泣きそうな 嘘が嫌いな青少年にも TSUUBIITO, nakisou na uso ga kirai na seishounen ni mo
そう、もう同じ様に ちゃちな「理想」がインプットして Sou, mou onaji you ni chachi na "risou" ga INPETTOshite
心臓を飲み込んだ それ以来気づいたんだ、Shinzou o nomikonda sore irai kizuitanda


僕らは 単純に理想叶ったとして、Bokura wa tanjun no risou kanatte toshite
一人ぼっちじゃこの世は生きていけない Hitoribocchi ja kono you wa ikiteikenai
それも嘘? いやいや、本心だよ? Sore mo uso? Iya iya, honshin da yo?
崩れそうな脳が『NO』で満ち満ちていくKuzuresou na mune ga "NO" de michimichiteiku


オーマイダーティ! もっと聴いて! 僕の心を OOMAIDAATI! Motto kiite! Boku no kokoro o
我が儘を この嘘を 本物を Wagamama o kono uso o honmono o
「寂しいよ」なんて言った 僕は変わらない"Sabishii yo" nante itta boku wa kawaranai
ニヤけそうな程、常々呆れてるNiyakesou na hodo, tsunezune akireteru


オーマイダーティ! もう嫌いだ! ほら、聴かせてよ OOMAIDAATI! Mou kirai da! Hora kikasete yo
呆れちゃう様な 僕なんてもう 救えない? Akirechau you na boku nante mou sukuenai?
『問題ないぜ』なんて言って 君は変わらない "Mondainai ze" nante itte kimi wa kawaranai
「ああ、ミスっちゃった」 "Aa, MISUchatta"
また 不気味な僕に、常々溺れていくMata bukimi na boku ni, tsunezune oboreteiku


“あぁ、ちょっと喋り過ぎちゃったね” "Aa, chotto shaberisugichatta ne"
“まぁ、ただの『法螺話』だからさ” "Maa, tada no "horabanashi" dakara sa"
“それじゃあ今日はこの辺で” "Sore ja kyou wa kono hen de"
“次に合図が鳴った時は” "Tsugi ni aizu ga natta toki wa"
“もっと不思議な咄をするよ” "Motto fushigi na hanashi o suru yo"

Jumat, 23 Agustus 2013

Lirik Lagu Transparent Answer (透明アンサー Toumei Answer)


Yeah, lagu yang bikin ane kepikiran gan~
lagunya agak melow, namun tetep asik didengerin kok!
ini sudah saya sediakan lirik dari Kanji, Romaji dan terjemahan Indonesia..

Silakan dinikmati! douzo~

Judul: Toumei Answer (透明アンサー)
Musik oleh: Jin (Shinzen no Teki-P)
Vocal: IA
Lagu ke-13 dari seri Kagerou Project



Kanji
目まぐるしくもない
そんな毎日を
漂うように何度も席に座って
「さぁ、どうかな?君は。」
また試すように
数字の無い教科書が何かをいった
出来栄えならそれは
まぁ、良いほうだろう。
三桁満点の再生紙を貰って
隣の席では
照れ笑いながら
桁の低い点数の君が席に着いた
窓の外、求めないのは
答がすぐ浮かんでしまうから
「それじゃほら、つまらないよ」と
君はいつも楽しそうだ
これ以上消えたい心に触れないで
今日も地球なんて何処にも見えないよ
鳴り出したアラームに
一人 「冷たい奴だな」と語りかけてる
いまさら不思議そうに答を合わせても
何でか全て解りきってしまうから
「このまま死んだって誰かが
代わりになるから」と
呟くことも馬鹿らしいよ
漂うような日々は繰り返すけど
君が休むなんて違和感あって
まぁ、どうあれ明日返るテストも
代わり映えしない結果なんだろうな
目まぐるしくもないそんな毎日は
何処かがもう
狂ってしまったかもしれない
君の髪の色
君の笑顔を
誰かがもう覚えていないかもしれない
「窓の中空いた席は
そこからどう映っていますか」と
君の事知ったように
何一つ解っていなくて
少しでもそれを解っていられたなら
ずっと続いてくれたような日々は
鳴り出したアラームをとめる度に
ないものだと、気付かされてる
教室で消えたい心を傷つけて
何度も隠し通して笑っていた
ここから飛び降りていなくなった君の笑顔を
僕は明日も忘れないよ

Romaji
me magurushikumonai
sonna mainichi wo
tadayou youni nando mo seki ni suwatte
"saa , doukana ? kimi ha ."
mata tamesu youni
suuji no nai kyoukasho ga nanika wo itsutta

dekibae narasoreha
maa , yoi houdarou .
sanketa manten no saiseishi wo moratte
tonari no seki deha
tere warai nagara
keta no hikui tensuu no kimi ga seki nitsuita
mado no soto , motome nai noha
kotae gasugu uka ndeshimaukara
"sorejahora , tsumaranaiyo" to
kimi ha itsumo tanoshisou da
kore ijou kie tai kokoro ni furena ide
kyou mo chikyuu nantedokonimo mie naiyo
nari dashi ta ara^mu ni
hitori "tsumeta i yatsu dana" to katari kaketeru
imasara fushigi souni kotae wo awa setemo
nande ka subete wakari kitteshimaukara
"konomama shin datte
dareka ga kawari ninarukara" to
tsubuyaku kotomo baka rashiiyo

tadayou youna hibi ha kurikaesu kedo
kun ga yasumu nante iwakan gaatte
maa , douare ashita kaeru tesuto mo
kawari hae shinai kekka nandarouna

me magurushikumonai sonna mainichi ha
doko kagamou
kurutte shimattakamoshirenai
kimi no kami no shoku
kimi no egao wo
dareka gamou oboe teinaikamoshirenai
"mado no chuukuu ita seki ha
sokokaradou utsutte imasuka" to
kimi no koto shitta youni
nani hitotsu kaitte inakute
sukoshi demosorewo kaitte iraretanara
zutto tsudui teitekureta youna hibi ha
nari dashi ta ara^mu wo yameru do ni nai mono dato ,
kiduka sareteru
kyoushitsu de kie tai kokoro wo kizutsu kete
nando mo kakushi toushi te waratte ita
kokokara tobiori teinakunatta kimi no egao wo
boku ha ashita mo wasure naiyo

Terjemahan Indonesia
aku duduk di tempat yang sama seperti biasanya
pada keseharian ini
yang dimana tak ada suatu hal yang dapat berubah

"hm, lalu kau akan berbuat apa?"
ketika aku sedang mencobanya,
sebuah buku catatan tanpa aksara bertanya kepadaku

jika engkau bertanya bagaimana nilaiku
maka sebenarnya itu cukuplah baik
pada secarik kertas yang bernilai sempurna ini

engkau yang bersinggah di sebelahku
dengan hasil ulangan yang rendah
di balik kertas ujian itu kau pun tersenyum malu

sesaat di luar jendela, aku tak mengharapkan apa pun
karena aku telah mengetahui apa yang akan terjadi
"Jika hanya begitu saja, bukankah itu membosankan?"
kau berkata dengan wajah yang selalu ceria

Jangan sentuh
perasaan yang ingin menghilang melebihi hal ini
hari ini jua, aku tak dapat ditemukan dimanapun
sedangkan, alarm yang berdering
di kesendirianku, ia mengataiku "dasar bodoh berhati dingin!"

walaupun sekarang aku mendapatkan sebuah keajaiban yang menjawabnya
itu tak akan ada gunanya, karena hal ini tak akan pernah berubah
"Jika aku mati sekarang,
seseorang pasti akanmenggantikanku."
jika berkata seperti itu, itu akan sangatlah bodoh

tak ada habis-habisnya hari yang mengambang ini berputar
ketika kau tak hadir, ada perasaan yang mengganjal di dalam benakku
ah, bagaimanapun juga, jika hasilnya dibagikan besok
pasti tak akan bagus seperti biasanya

di tempat yang sama seperti biasanya, di dalam keseharian
yang tak begitu ramai ini
sesuatu yang seharusnya terjadi mulai ada yang salah

warna surai yang ada padamu
juga senyumanmu itu
seseorang mungkin pasti sudah melupakannya

"jendela di sebelah bangku yang kosong itu,
akankah ia menggambarkan sesuatu?"
sesaat aku mencoba untuk mengenalimu
ada satu hal yang masih belumdapat kupecahkan

jika saja aku mendapatkan sedikit saja dari jawaban itu
maka keseharian kita akan terus berjalan hingga saat ini
disaat aku mematika alarm yang berdering, ia memaksaku untuk mengetahui
bahwa ini semua telah berlalu

di dalam ruangan kelas ini perasaan yang telah lama hilang tercabik-cabik
kau yang tetap menyembuyikan semua, selalu dan selalu dibalik senyuman itu
senyuman darimu, yang menghilang jatuh dari tempat ini
walaupun hingga esok berlalu
aku tak akan melupakannya...

translated by: Shiza